- Dua warga Desa Sedayulawas, Lamongan, terlibat perselisihan akibat pembangunan tembok beton setinggi tiga meter yang menutup akses toko.
- ES melakukan penganiayaan terhadap S dengan melempar batu bata pada Rabu, 13 Mei 2026, hingga korban mengalami luka serius.
- Pelaku kini diamankan kepolisian dan terancam hukuman penjara setelah korban mendapatkan perawatan medis dengan tujuh jahitan di dahi.
SuaraJatim.id - Istilah "tetangga adalah saudara terdekat" tampaknya tak berlaku di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan.
Alih-alih hidup rukun, sebuah tembok beton justru menjadi pemicu pecahnya "perang dingin" yang berakhir tragis di meja hijau dan ruang perawatan rumah sakit.
Dua emak-emak yang tinggal bersebelahan, S (50) dan ES (49), kini harus berhadapan dengan hukum setelah perselisihan mereka memuncak pada aksi penganiayaan berdarah pada Rabu (13/5/2026).
Akar masalah bermula ketika ES memutuskan untuk membangun tembok permanen di depan rumahnya. Bukan sekadar pagar biasa, tembok ini berdiri menjulang setinggi 1,5 hingga 3 meter dengan panjang mencapai 7 meter.
Bagi S, tembok itu bukan sekadar pembatas lahan, melainkan "tembok derita". Betapa tidak, bangunan tersebut berdiri tepat di depan rumahnya, menutup akses jalan, dan yang paling menyesakkan menghalangi pandangan pelanggan ke toko sembako milik S.
Puncak ketegangan terjadi saat S mencoba meminta penjelasan. Ia mempertanyakan alasan pembangunan pagar yang dianggap terlalu tinggi dan merugikannya. Namun, bukannya solusi yang didapat, adu mulut panas justru pecah di antara keduanya.
Di tengah cekcok yang kian memanas, ES yang berada di balik tembok tinggi itu diduga gelap mata. Sepersekian detik kemudian, sebuah batu bata putih melayang dan menghantam tepat di kening S.
Darah segar langsung mengucur, membasahi wajah S. Teriakan histeris korban meminta tolong seketika mengundang kerumunan warga. Tak butuh waktu lama, S langsung dilarikan ke RS Ki Ageng Brondong untuk menyelamatkan nyawanya.
"Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sobek pada bagian dahi atau kening, hingga harus mendapatkan tujuh jahitan," ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, Rabu (13/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga: Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
Petugas Polsek Brondong telah mengamankan ES tak lama setelah kejadian. Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, melalui Unit PPA kini menangani kasus ini dengan serius. ES dijerat dengan pasal penganiayaan dalam KUHP baru, yang mengancamnya dengan hukuman penjara.
Berita Terkait
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Rekontruksi Ayah Bunuh Anak Kandung di Lamongan, Hantam Korban dengan Tabung Elpiji hingga Tewas
-
5 Fakta Staf DPRD Lamongan Digerebek Istri Sah, Berduaan di Hotel Bareng Selingkuhan
-
Banjir Bengawan Jero Rendam Puluhan Sekolah di Lamongan, Siswa Dijemput Pakai Perahu
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Belasan Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan, Oknum Dosen UNU Blitar Dinonaktifkan
-
BK Tunggu Laporan Resmi Terkait Nasib Legislator Jember yang Main Gim saat Rapat Stunting
-
Saat Sampah Plastik Jadi Rebutan di Surabaya, DLH Ajak Warga Raih Cuan Lewat Bank Sampah
-
Gubernur Lemhannas Apresiasi Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional
-
Truk Kontainer Hantam Pohon di Pasuruan, Sopir dan Penumpang Tewas Terjepit