-
Banjir Bengawan Jero rendam puluhan sekolah dasar di Lamongan.
-
Guru SDN Jelakcatur jemput siswa pakai perahu.
-
Dinas Pendidikan Lamongan terapkan penyesuaian pembelajaran terdampak banjir.
SuaraJatim.id - Banjir yang dipicu luapan Bengawan Jero merendam wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (12/1/2026).
Bencana tersebut memutus akses jalan dan merendam puluhan sekolah hingga proses belajar mengajar terganggu.
Di tengah kondisi darurat akibat banjir Bengawan Jero, pihak sekolah dan guru melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan pembelajaran tetap bisa berjalan.
Salah satu upaya nyata terlihat di SDN Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah. Sekolah ini berada di wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir Bengawan Jero.
Genangan air menutup akses jalan dan permukiman warga, sehingga siswa kesulitan datang ke sekolah. Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah berinisiatif menjemput siswa menggunakan perahu.
Kepala SDN Jelakcatur, Zaenal Mutakim, menjelaskan bahwa banjir Bengawan Jero yang terjadi pada awal 2026 memang merendam lingkungan sekitar sekolah.
Meski demikian, kondisi ruang kelas dinilai masih relatif aman dan memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat belajar.
“Untuk kondisi di SDN Jelakcatur memang terendam banjir untuk tahun 2026. Akan tetapi, untuk ruangan sekolah itu masih bisa dipakai untuk pembelajaran secara aktif,” kata Zaenal, dikutip dari BeritaJatim.
Zaenal menuturkan, penjemputan siswa menggunakan perahu dilakukan oleh guru dan pihak sekolah demi memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi meski berada dalam situasi bencana. Langkah tersebut diambil agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti meskipun akses darat belum bisa dilalui.
“Karena kami ingin pembelajaran tetap terlaksana dengan baik, maka dari itu kami dari pihak sekolah, guru, ini berinisiatif untuk menjemput anak ke lokasi rumah masing-masing dan diantar ke sekolah. Karena memang untuk ruang kelas masih bisa dipakai untuk pembelajaran secara aktif,” ujarnya.
Selain SDN Jelakcatur, dampak banjir Bengawan Jero juga dirasakan puluhan sekolah lain di Kabupaten Lamongan dengan tingkat genangan yang bervariasi. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mencatat sebanyak 32 sekolah dasar terdampak banjir yang tersebar di delapan kecamatan.
Dari total tersebut, sebanyak 30 sekolah berada di kawasan Bengawan Jero. Rinciannya, enam sekolah di Kecamatan Karangbinangun, empat sekolah di Kecamatan Kalitengah, delapan sekolah di Kecamatan Turi, dua sekolah di Kecamatan Karanggeneng, serta masing-masing lima sekolah di Kecamatan Deket dan Kecamatan Glagah.
Sementara itu, dua sekolah dasar lainnya yang terdampak berada di Kecamatan Modo dan Kecamatan Laren. Kondisi ini membuat satuan pendidikan harus melakukan penyesuaian agar kegiatan belajar tetap berlangsung aman.
Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menginstruksikan seluruh sekolah terdampak banjir Bengawan Jero untuk mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Selain itu, sekolah diminta mengamankan dokumen penting, aset sekolah, serta menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai kondisi lapangan.
Penyesuaian pembelajaran dapat dilakukan melalui metode daring maupun penugasan mandiri apabila pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan secara optimal. Dinas Pendidikan juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait agar layanan pendidikan tetap berjalan aman di tengah dampak banjir Bengawan Jero yang masih melanda sejumlah wilayah.
Berita Terkait
-
Mengapa Desa Pulu Memilih Sereh Wangi untuk Memulihkan Lahan yang Rusak Akibat Banjir?
-
Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
-
Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim
-
Hamparan Eceng Gondok Selimuti Kali Blencong di Bekasi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Investasi ORI030 di BRI, Kupon Tetap Hingga 7,00% Dijamin Negara
-
Hanya Ada 2 Siswa Baru: Guru SDN 2 Plandaan Rela Iuran Demi Beli Seragam
-
SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok
-
Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting