- Pemuda 18 tahun diduga perkosa Anak Berkebutuhan Khusus di Lamongan.
- Pelaku dan korban berkenalan melalui Instagram sebelumnya.
- Polisi komitmen lindungi perempuan dan kelompok rentan.
SuaraJatim.id - Jajaran Satreskrim Polres Lamongan, Jawa Timur (Jatim), meringkus seorang pemuda berinisial MS (18) yang diduga memperkosa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) berinisil EDN (20).
Pelaku MS mengenal perempuan penyandang disabilitas yang berasal dari Sidoarjo itu lewat perkenalan media sosial Instagram.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, menjelaskan kronologi awal kejadian kasus pemerkosaan ini. Peristiwa berawal dari komunikasi di media sosial hingga berlanjut pada pertemuan langsung.
“Berawal dari perkenalan di Instagram, tersangka mengajak korban untuk bertemu. Dengan alasan jalan-jalan, tersangka menjemput korban pada 19 Februari lalu,” kata Hamzaid, dikutip dari BeritaJatim, Kamis (26/2/2026).
Namun setelah dijemput, tersangka tidak membawa korban untuk berjalan-jalan seperti yang dijanjikan. MS justru membawa EDN ke rumahnya di Kecamatan Pucuk dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar tersebut, tersangka diduga melakukan tindakan asusila secara paksa. Korban disebut sempat melakukan perlawanan, namun karena keterbatasan intelektual yang dimilikinya, korban tidak mampu memberikan perlawanan secara maksimal.
“Setelah kejadian, pelaku mengaku menelantarkan korban di SPBU Nguwok, Kecamatan Modo,” tuturnya.
Peristiwa yang dialami EDN baru diketahui pada Jumat (20/2/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Ibu korban yang merasa tidak terima atas kejadian tersebut kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Lamongan.
Menindaklanjuti laporan itu, Satreskrim Polres Lamongan segera bergerak mendatangi rumah tersangka. Saat diamankan, MS berada di kediamannya dan langsung dibawa ke Mapolres Lamongan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan perkosaan terhadap korban sebanyak satu kali, tepat saat pertemuan pertama mereka,” ujarnya.
Kepada penyidik, tersangka mengaku tidak mengetahui bahwa korban merupakan penyandang disabilitas intelektual karena keduanya baru pertama kali bertemu secara langsung.
“Polres Lamongan berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap perempuan dan anak, khususnya kelompok rentan, serta mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan media sosial, dan pengawasan terhadap anak, guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” ucap Hamzaid.
Tag
Berita Terkait
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri
-
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok
-
Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting
-
Jaga Rekening Nasabah Tetap Aman, BRI Terus Perkuat Sistem Perlindungan
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas