- Seorang warga menemukan bayi perempuan di pinggir sawah Dusun Baba'an, Kediri, pada Kamis pagi, 28 Mei 2026.
- Bayi tersebut mengalami sunburn dan kurang nutrisi akibat paparan sinar matahari setelah dibuang beberapa hari sebelumnya.
- Petugas mengevakuasi bayi ke RSUD Simpang Lima Gumul untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang NICU rumah sakit.
SuaraJatim.id - Keheningan di area persawahan Dusun Baba'an, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kediri, pecah ketika sebuah suara tangisan lirih terdengar dari balik rumput di pinggir jalan, Kamis pagi (28/5/2026).
Sekitar pukul 10.45 WIB, seorang warga yang tengah asyik "ngasak" (mencari sisa jagung) mendadak menghentikan aktivitasnya.
Ia tertegun. Di antara rimbun tanaman, ia menemukan sebuah bungkusan sarung bantal warna hitam dengan motif garis-garis putih. Saat didekati, bungkusan itu bergerak.
Di dalamnya, sesosok bayi perempuan mungil sedang menangis, berjuang melawan panasnya udara Kediri tanpa pelukan hangat seorang ibu.
Kabar penemuan ini menjalar cepat. Petani cabai yang sedang panen segera berhamburan mendekat, sebelum akhirnya perangkat desa mengevakuasi bayi tersebut ke RSUD Simpang Lima Gumul (SLG).
Kondisi sang bayi saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sungguh memilukan. Dengan berat hanya 2.200 gram dan panjang 43 cm, tubuh kecilnya tampak memerah. Bukan karena sehat, melainkan akibat paparan sinar matahari yang terlalu lama atau sunburn.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD SLG, Awang Huda Darmawan, membeberkan fakta menyedihkan dari hasil pemeriksaan medis. Bayi malang ini diduga telah dibuang cukup lama sebelum akhirnya ditemukan.
"Ada tanda-tanda sunburn, terpapar matahari agak lama. Kondisinya juga tampak kurang asupan nutrisi karena kemungkinan sudah beberapa lama di lokasi penemuan," ujar Awang dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Yang lebih memprihatinkan, petugas medis menemukan plastik hitam berisi air ketuban yang sudah mulai mengeluarkan aroma tak sedap di dekat lokasi.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
Tali pusar bayi tersebut pun terpantau sudah mulai mengering, meski plasentanya ditemukan dalam kondisi terpisah. Semua bukti ini mengarah pada dugaan bahwa bayi cantik ini sudah lahir beberapa hari sebelum akhirnya "dibuang" oleh tangan tak bertanggung jawab.
Kini, bayi tak berdosa itu tidak lagi kedinginan di pinggir sawah. Ia telah berada di bawah pengawasan ketat dokter spesialis anak di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD SLG.
"Alhamdulillah, kondisinya saat ini baik. Bayi sudah mendapatkan infus dan asupan susu formula," tambah Awang.
Meski belum bisa memastikan usia pastinya, pihak rumah sakit terus berupaya mengoptimalkan kondisi kesehatan sang bayi.
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
-
Misteri Kardus di Bawah Pohon Beringin: Bayi Ditemukan Terlantar di Tengah Sawah Tulungagung
-
Mantan Guru SMA Terancam 9 Tahun Penjara Usai Cabuli Belasan Anak di Kediri
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Hanya Ada 2 Siswa Baru: Guru SDN 2 Plandaan Rela Iuran Demi Beli Seragam
-
SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok
-
Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting
-
Jaga Rekening Nasabah Tetap Aman, BRI Terus Perkuat Sistem Perlindungan