-
Rekonstruksi digelar, pelaku peragakan 15 adegan pembunuhan anak kandung di Lamongan.
-
Korban dihantam tabung elpiji lima kali berturut-turut.
-
Pelaku terancam pidana mati atau penjara seumur hidup.
SuaraJatim.id - Polisi menggelar rekonstruksi kasus ayah bunuh anak kandung di Lamongan yang menggegerkan warga Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Kamis (19/2/2026).
Dalam rekonstruksi pembunuhan anak kandung di Lamongan ini, tersangka memperagakan sebanyak 15 adegan. Reka ulang digelar di Lapangan Tenis Polres Lamongan, bukan tempat kejadian perkara (TKP) yang sebenarnya.
Kasat Reskrim Polres Lamongan, Rizky Akbar Kurniadi, menjelaskan alasan pemindahan lokasi rekonstruksi pembunuhan anak kandung di Lamongan tersebut. Menurutnya, kondisi lingkungan dan keluarga korban masih dalam suasana duka.
“Karena pertimbangan situasi yang kurang kondusif di lingkungan pelaku, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan di TKP sebenarnya, karena masih dalam kondisi berduka,” kata Rizky, dikutip dari BeritaJatim.
Dalam reka ulang itu, tersangka memperagakan adegan demi adegan, mulai dari melihat korban dalam keadaan tertidur hingga melakukan kekerasan menggunakan tabung elpiji 3 kilogram. Berdasarkan hasil rekonstruksi, korban dihantam sebanyak lima kali menggunakan tabung elpiji tersebut.
Kasus ini bermula ketika tersangka bernama Sampun (70) menghabisi nyawa anak kandungnya, Sumarto (56), pada Jumat (23/1/2026). Peristiwa tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi perbincangan luas.
Rizky juga mengungkapkan hasil pemeriksaan psikologi terhadap tersangka. Hingga saat ini, pelaku disebut belum menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.
“Sampai dengan saat ini, hasil pemeriksaan psikologi menyatakan bahwa pelaku tidak ada rasa penyesalan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tindakan tersebut dilatarbelakangi persoalan yang kompleks. Salah satu pemicu yang diungkap tersangka kepada penyidik berkaitan dengan masalah pembagian warisan dalam keluarga.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana. Ia terancam hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Berita Terkait
-
Saepul Rencanakan Mutilasi Depok Demi Gasak Motor Korban
-
Drama Law School, Perjuangan Mahasiswa Hukum Membongkar Misteri Pembunuhan
-
Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku
-
Cekcok Berujung Maut, Pelaku Mutilasi Depok Baru Mengenal Korban Lewat Sosial Media
-
Kasus Mutilasi Tanah Merah Depok, Pelaku Buang Potongan Kaki ke Sungai Pitara untuk Hilangkan Jejak
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Nekat Jualan Dekat Masjid, Toko Miras di Blitar Akhirnya Digembok
-
Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Pemuda Trowulan Tewas Hantam Bokong Dump Truk yang Parkir di Bahu Jalan
-
Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri