- Konflik lahan picu penganiayaan brutal ibu dan anak di Probolinggo.
- Anak korban ditendang, ponsel dibanting pelaku.
- Laporan sebelumnya disebut belum ditindaklanjuti.
SuaraJatim.id - Seorang ibu rumah tangga dan anaknya diduga menjadi korban serangan brutal tetangganya sendiri di Jalan KH Hasan, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (1/2/2026) lalu. Peristiwa ini dipicu persoalan sederhana, yakni penambalan lubang tanah di depan garasi rumah korban yang disebut sebagai lahan miliknya.
Konflik lahan yang semula berkaitan dengan akses kendaraan berubah menjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Pelaku berinisial M disebut datang membawa parang dan mengamuk di halaman rumah, merusak puluhan tanaman hias yang telah dirawat korban selama puluhan tahun.
Situasi semakin mencekam ketika anak korban yang mencoba merekam kejadian justru ikut menjadi sasaran kekerasan. Berikut lima fakta terkait penganiayaan di Kota Probolinggo berdasarkan keterangan korban dan kronologi peristiwa.
1. Berawal dari Penambalan Lubang Depan Garasi
Peristiwa terjadi saat korban menambal lubang tanah di depan garasinya menggunakan semen agar tidak mudah rusak ketika dilalui kendaraan. Menurut korban, tindakan itu bersifat sementara dan masih memungkinkan sepeda maupun becak melintas.
“Kalau tidak saya tutup, setiap hari rusak karena dilewati sepeda. Itu Cuma ditempel semen sementara, masih bisa dilewati sepeda bahkan becak. Tanah itu hak milik saya, ada sertifikatnya,” ujar korban, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (18/1/2026).
2. Pelaku Datang dan Langsung Mengamuk
Korban menyebut tidak ada peringatan ataupun upaya mediasi sebelum kejadian. Pelaku tiba-tiba muncul dengan membawa parang dan langsung merusak tanaman hias di halaman rumah.
“Saya tidak tahu datangnya dari mana. Tiba-tiba sudah bawa parang, langsung nebas bunga-bunga saya,” tuturnya.
Puluhan tanaman koleksi lama yang telah dirawat bertahun-tahun dilaporkan rusak akibat tebasan tersebut.
3. Anak Korban Dikejar Ditendang dan Ponselnya Dirusak
Saat aksi perusakan berlangsung, anak korban berupaya merekam kejadian menggunakan telepon genggam sebagai bukti. Namun, tindakan tersebut memicu reaksi pelaku.
“Anak saya mau rekam pakai HP. Begitu ketahuan, langsung dikejar. Ditendang di bagian dada, HP-nya dibanting sampai rusak. Anak saya jatuh, mau berdiri malah diinjak,” ungkap korban.
Insiden ini menyebabkan kerusakan satu unit telepon pintar serta trauma pada anak korban.
Berita Terkait
-
Bromo Ditutup karena Kebakaran, 3.062 Wisatawan Bisa Refund atau Reschedule Tiket
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Nekat Jualan Dekat Masjid, Toko Miras di Blitar Akhirnya Digembok
-
Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Pemuda Trowulan Tewas Hantam Bokong Dump Truk yang Parkir di Bahu Jalan
-
Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri