Riki Chandra
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:22 WIB
Ilustrasi penganiayaan (Shutterstock).
Baca 10 detik
  • Konflik lahan picu penganiayaan brutal ibu dan anak di Probolinggo.
  • Anak korban ditendang, ponsel dibanting pelaku.
  • Laporan sebelumnya disebut belum ditindaklanjuti.

4. Diduga Ada Dua Orang Lain Ikut Terlibat

Korban juga mengidentifikasi adanya dua orang lain yang diduga merupakan kerabat pelaku berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Kehadiran mereka disebut turut melakukan intimidasi sehingga keluarga korban merasa terancam di lingkungan tempat tinggal sendiri.

5. Laporan Lama Disebut Belum Ditindaklanjuti

Insiden ini disebut bukan yang pertama. Pada Juni 2025, suami korban dilaporkan pernah dipukul saat keluarga menggelar hajatan di rumah tersebut.

“Sudah kami laporkan ke Polsek Mayangan. Ada bukti visum, ada saksi. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” keluh korban.

“Saya sudah bilang, saya kecewa. Bukti ada, laporan ada, tapi tidak ada tindakan. Katanya nanti dihubungi setelah hajatan selesai, tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” tegasnya.

Keluarga korban mengaku mengalami trauma psikis dan kerugian materiil akibat peristiwa ini. Mereka berharap penanganan serius agar kasus Penganiayaan di Kota Probolinggo tidak kembali terulang.

Load More