Wakos Reza Gautama
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:46 WIB
Kebakaran hebat terjadi pada mesin produksi PT Energy Multi Tech Jalan Raya Pelemwatu 9 Blok 1AB di kawasan industri Menganti, Kabupaten Gresik. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Mesin HDPE PVC di PT Energy Multi Tech, Gresik, terbakar hebat akibat korsleting listrik pada Kamis, 21 Mei 2026.
  • Tim Damkar Menganti berhasil memadamkan kobaran api dan melakukan pendinginan guna mencegah penyebaran api ke area gudang utama.
  • Seluruh karyawan berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya korban jiwa, meskipun kerugian materiil perusahaan diperkirakan cukup signifikan.

SuaraJatim.id - Suasana kerja di PT Energy Multi Tech, Jalan Raya Pelemwatu, Menganti, Gresik, berubah menjadi kepanikan luar biasa, Kamis (21/5/2026).

Mesin HDPE PVC di pabrik tersebut tiba-tiba mengeluarkan percikan api yang dalam sekejap berubah menjadi kobaran besar yang mengancam seluruh area industri.

Peristiwa bermula saat mesin produksi HDPE PVC diduga mengalami korsleting listrik. Tanpa peringatan, api muncul dari sirkuit mesin dan langsung menyambar bagian-bagian sensitif lainnya.

Material plastik dan suhu tinggi membuat si jago merah dengan sangat cepat membesar, menciptakan kepulan asap hitam yang memenuhi ruang produksi.

Melihat api yang terus merembet ke mesin-mesin di sekitarnya, situasi di lokasi sempat mencekam. Karyawan berusaha menyelamatkan diri sementara petugas keamanan bertindak cepat.

Kepala Satpam Tjakrindo, yang berada tak jauh dari lokasi, langsung berlari menuju Posko Damkar Menganti untuk meminta bantuan darurat.

"Api tiba-tiba membesar dengan sangat cepat. Kondisinya sangat berbahaya, sehingga saya langsung meluncur ke posko Damkar terdekat," ujar Kepala Satpam dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Menerima laporan darurat tersebut, Tim Damkar Menganti tidak membuang waktu. Dengan raungan sirine, mereka menembus jalur kawasan industri menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK).

Begitu tiba, pasukan "Yudha Brama Jaya" langsung melakukan size up, penilaian cepat untuk memetakan titik api paling krusial agar tidak menjalar ke gudang utama.

Baca Juga: Penyelidikan Polisi atas Kematian Bocah 6 Tahun di Kolam Renang Jati Sewu Gresik

Petugas piket Damkar, Bhakti Darmawan, menyebutkan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara intensif dan taktis.

"Kami harus berjibaku memastikan api tidak meluas ke area mesin lainnya. Beruntung, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil hingga api benar-benar bisa dikendalikan," jelasnya.

Setelah api utama padam, petugas tidak langsung beranjak. Proses pembasahan (cooling) dilakukan selama beberapa waktu untuk memastikan suhu mesin kembali normal dan mencegah adanya bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Meski kobaran api tampak mengerikan dan menghanguskan mesin produksi utama, pihak manajemen setidaknya bisa sedikit bernapas lega karena tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Seluruh karyawan berhasil dievakuasi tepat waktu sebelum api menjangkau akses keluar.

Kini, area mesin HDPE PVC yang hangus tersebut telah diberi garis pengaman. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan bersama otoritas terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung nilai kerugian materiil yang ditaksir mencapai angka yang cukup signifikan.

Load More