- Mustofa, warga Tulungagung, dilaporkan hilang setelah terpeleset ke Sungai Brantas saat mengikuti tradisi mencari ikan pladu, Selasa (19/5/2026).
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama dua hari menggunakan perahu karet dan penyisiran darat di sepanjang aliran sungai.
- Jasad korban ditemukan pada Rabu (20/5/2026) sejauh 35 kilometer dari lokasi awal dan dievakuasi menuju RSUD Bhayangkara Kediri.
SuaraJatim.id - Bagi warga di sepanjang bantaran Sungai Brantas, momen "Pladu", saat ikan-ikan mabuk akibat pembersihan bendungan, adalah pesta rakyat yang dinanti. Namun, bagi keluarga Mustofa (45), tradisi tahunan ini justru berubah menjadi lembaran duka yang mendalam.
Rabu pagi (20/5/2026), sekitar pukul 09.30 WIB, keheningan di aliran Sungai Brantas pecah saat tim SAR gabungan melihat sesosok tubuh yang terapung.
Setelah dilakukan identifikasi, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Mustofa, warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Jasad Mustofa ditemukan sekitar 35 kilometer dari lokasi awal tempat ia dilaporkan terpeleset pada Selasa pagi.
"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari berturut-turut," ungkap Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.
Pencarian Mustofa bukanlah operasi kecil. Sejak laporan diterima pada Selasa (19/5/2026), Kantor SAR Surabaya langsung menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Trenggalek. Mereka bahu-membahu bersama BPBD, Polres, Koramil, pemadam kebakaran, hingga relawan Basarta dan warga setempat.
Dua unit Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan menyisir air menggunakan perahu karet. Petugas melakukan manuver di titik-titik pusaran air yang dicurigai, sementara tim darat memantau setiap jengkal bantaran sungai.
"Kami berupaya maksimal melalui jalur air maupun darat agar korban segera ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga," tambah Nanang.
Kejadian memilukan ini bermula saat Mustofa ikut serta dalam kerumunan warga yang berburu ikan pladu pada Selasa pagi.
Baca Juga: Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar
Nahas, saat sedang asyik mencari ikan, ia diduga terpeleset. Dalam hitungan detik, tubuhnya hilang ditelan arus sungai yang saat itu tengah meningkat debit dan kecepatannya.
Kini, jenazah Mustofa telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bhayangkara Kediri sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar
-
Jerat di Balik Layar Game Online: Kisah Siswa SD Tulungagung yang Nyaris Terperosok Radikalisme
-
KPK Perpanjang Masa Tahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
-
Bantal di Balik Semak Kaliwungu Tulungagung: Kisah Pilu Nenek Salmi yang Berpulang dalam Kesunyian
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Nekat Jualan Dekat Masjid, Toko Miras di Blitar Akhirnya Digembok
-
Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Pemuda Trowulan Tewas Hantam Bokong Dump Truk yang Parkir di Bahu Jalan
-
Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri