- Penyidik KPK menggeledah rumah pengusaha Citra Margaretha di Pacitan pada 18 Mei 2026 terkait kasus Bupati Sugiri Sancoko.
- Citra mengaku meminjamkan uang sebagai modal Pilkada kepada Sugiri Sancoko melalui perantara adik kandungnya, Eli Widodo.
- KPK menyita ponsel milik Citra sebagai barang bukti dan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan di Surabaya pada 25 Mei 2026.
SuaraJatim.id - Citra Margaretha (CM), seorang pengusaha asal Pacitan, terseret ke dalam pusaran kasus hukum yang menjerat Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko.
Rumahnya yang berada di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (18/5/2026).
Bagi Citra, kedatangan lembaga antirasuah itu bak petir di siang bolong. Pasalnya, hubungan yang terjalin antara dirinya dan orang nomor satu di Ponorogo itu, menurut pengakuannya, murni sebatas urusan "dompet".
"Kebetulan dulu saya mengutangi Pak Giri," ungkap Citra kepada para wartawan.
Pengakuan Citra membuka tabir gelap bagaimana mesin politik kerap berputar di balik gemerlapnya Pilkada. Ia blak-blakan menyebut bahwa uang yang dipinjamkannya digunakan Sugiri untuk modal bertarung dalam pemilihan kepala daerah.
Transaksi itu pun tak dilakukan langsung di bawah lampu terang. Citra bercerita bahwa pinjaman tersebut mengalir melalui tangan Eli Widodo, adik kandung Sugiri, dengan perantara seorang mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Meski begitu, Citra bersikeras bahwa niatnya tulus membantu tanpa "embel-embel" proyek pemerintah atau janji jabatan. "Pinjamnya untuk Pilkada. Saya murni mengutangi," tegasnya.
Alih-alih mendapatkan keuntungan dari kedekatannya dengan penguasa, ia justru mengaku merugi. Belum lagi utangnya lunas dibayar oleh Sugiri, kini ia harus berhadapan dengan hukum.
Bahkan, ia tak tahu-menahu dari mana asal uang yang digunakan Sugiri untuk mencicil hutang kepadanya selama ini.
Baca Juga: Misteri Bayi dalam Plastik Hitam di Ponorogo: Hasil Autopsi Ungkap Fakta Memilukan Sebelum Dibuang
"Yang saya tahu dia bayar utang ke saya. Uang dari mana, saya juga tidak tahu," tambahnya lagi.
Hasil dari penggeledahan berjam-jam itu, penyidik KPK menyita satu unit telepon genggam milik Citra sebagai barang bukti.
Meski merasa tak bersalah, Citra tak bisa mengelak dari prosedur hukum. Sebuah surat panggilan pemeriksaan sudah bersarang di tangannya. Ia dijadwalkan hadir di Surabaya pada 25 Mei 2026 untuk memberikan keterangan lebih dalam.
"Saya tidak tahu apa-apa. Justru saya kehilangan uang karena pinjaman itu belum lunas," keluhnya menutup pembicaraan. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Bayi dalam Plastik Hitam di Ponorogo: Hasil Autopsi Ungkap Fakta Memilukan Sebelum Dibuang
-
Jasad Bayi Membusuk dalam Kantong Plastik Gegerkan Warga Babadan Ponorogo
-
KPK Perpanjang Masa Tahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
-
Plt Wali Kota Madiun Diperiksa di Gedung Merah Putih: KPK Menyingkap Cara Maidi Memalak Pengusaha
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
-
Pekerja Tewas di Lereng Gunung Baung: Ketika Pohon yang Ditebang Menimpa Diri Sendiri
-
Terjepit Bus Santri, Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Suramadu
-
SIMANTAP! Tak Perlu Izin Kerja, Warga Sidoarjo Kini Bisa Urus SIM Sambil Menikmati Angin Malam
-
Kesaksian Kepsek SMP PGRI Sukodono Lumajang tentang Kematian Siswanya Akibat Bullying