- Yayasan Haji Her Peduli Indonesia membantah kabar bohong mengenai pemeriksaan pengusaha tembakau Haji Her oleh KPK pada Senin.
- Pihak yayasan menegaskan bahwa isu pemeriksaan tersebut adalah hoaks yang merugikan reputasi dan mencemarkan nama baik beliau.
- Pihak yayasan menyayangkan pemberitaan sepihak yang tidak berimbang mengenai aktivitas Haji Her dalam memberdayakan petani tembakau Madura.
SuaraJatim.id - Beredarnya pemberitaan yang menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Haji Her, pengusaha tembakau asal Jawa Timur, menuai bantahan keras dari pihak keluarga dan yayasan.
Ketua Yayasan Haji Her Peduli Indonesia, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan kabar bohong (hoaks) yang berpotensi merusak nama baik tokoh masyarakat Madura tersebut.
"Pemberitaan yang menyebutkan Haji Her diperiksa KPK itu tidak benar sama sekali. Kami membantah dengan tegas. Itu hoaks dan sangat merugikan," ujar Muhammad Taufik dalam keterangannya, Senin (6/4/2-0-26_.
Menurutnya, selama ini Haji Her dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya petani tembakau di Madura dan Jawa Timur. Fokus utama aktivitasnya adalah membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembelian hasil panen tembakau serta mendorong stabilitas ekonomi di sektor tersebut.
“Haji Her bukan hanya pengusaha, tapi juga tokoh yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau. Beliau hadir langsung membantu para petani, membeli hasil panen mereka, dan memastikan roda ekonomi tetap berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Taufik juga menilai bahwa isu yang dikaitkan dengan persoalan rokok maupun hal-hal lain yang berkembang di luar konteks tersebut sangat jauh dari realitas yang sebenarnya.
“Hal-hal yang dikaitkan di luar itu tidak ada hubungannya. Beliau fokus pada pemberdayaan petani. Jadi framing yang berkembang itu sangat tidak tepat dan menyesatkan,” tambahnya.
Pihak yayasan juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai sepihak tanpa adanya konfirmasi atau klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak terkait. Hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakprofesionalan sekaligus berpotensi masuk dalam kategori pencemaran nama baik.
“Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang tidak berimbang dan tidak melakukan klarifikasi kepada kami. Ini bisa dikategorikan sebagai pencemaran nama baik,” ujarnya.
Muhammad Taufik berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta tetap mendukung upaya-upaya positif yang dilakukan Haji Her dalam membantu masyarakat, khususnya petani tembakau di Madura.
Baca Juga: Kasus Korupsi Sugiri Sancoko, KPK Periksa Kepala Dinas hingga Anggota DPRD Ponorogo
“Kami mengajak semua pihak untuk bijak dalam menerima informasi. Jangan sampai hoaks merusak reputasi orang yang selama ini berbuat baik untuk masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik mendapatkan informasi yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik
-
Santap Sate Ayam Pahit dan Kecut, 27 Siswa SMPN 1 Mojoanyar Tumbang Usai Makan MBG
-
Dugaan Kekerasan Mantan Kepala SMPN 18 Malang Naik Penyidikan, Ada Tiga Laporan Polisi
-
BRI Junio dan Mobile Legends: Bang Bang Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus untuk Nasabah
-
Perjalanan Pulang ke Madura Berujung Duka: Xenia Hantam Truk di Tol Jomo, Satu Penumpang Tewas