- Satresnarkoba Polres Gresik menangkap lima tersangka pengedar narkoba lintas wilayah di Gresik dan Lamongan pada Juni 2026.
- Petugas menyita barang bukti berupa sembilan paket sabu dan lebih dari 11.000 butir pil terlarang dari para tersangka.
- Sindikat menggunakan modus transaksi nontunai dan sistem ranjau guna menghindari deteksi kepolisian dalam mengedarkan narkoba di wilayah tersebut.
SuaraJatim.id - Di balik tenangnya jalur perbatasan Gresik dan Lamongan, sebuah jaringan gelap telah lama bergerilya. Tanpa pertemuan tatap muka, tanpa jabat tangan, mereka mengendalikan peredaran narkoba melalui layar ponsel.
Namun, sepandai-pandainya sistem ranjau ini bersembunyi, insting tajam Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik akhirnya berhasil mengendus jejak mereka.
Dalam operasi kilat selama dua hari, polisi berhasil menggulung lima tersangka utama dan menyita lebih dari 11.000 butir pil terlarang serta sembilan paket sabu siap edar.
Perburuan dimulai saat petugas mencegat FA (22) di kawasan Gapura Desa Ganggang, Balongpanggang. Ia yang mulanya berniat mengantar paket sabu seberat 0,130 gram, justru menjadi kunci pembuka kotak pandora.
Hanya berselang 20 menit dari penangkapan FA, polisi bergerak cepat menggerebek rumah AH (23). Di sana, petugas menemukan dapur pengemasan dan delapan paket sabu lengkap dengan timbangan elektrik. Nyanyian kedua tersangka ini kemudian mengarah pada MS (25), sang pemasok besar.
Benar saja, saat rumah MS digeledah, polisi menemukan gudang mini berisi 5.000 butir pil LL dan 1.000 butir pil berlogo Y yang siap disebar ke pasar gelap. Di sinilah nama LEMAN muncul, sosok misterius yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.
Penyelidikan tak berhenti di situ. Pada Rabu pagi (13/6/2026), tim kepolisian bergeser ke sebuah rumah kos di Cerme. RDR (30) diringkus dengan barang bukti pil LL dan uang tunai hasil transaksi.
Rantai distribusi ini rupanya menjalar hingga ke Kabupaten Lamongan. Di Dusun Sukosari, Kecamatan Mantup, polisi membekuk HS (41) dan menyita 5.400 butir pil LL tambahan yang disembunyikan di dalam rumahnya.
Kasat Resnarkoba Polres Gresik, AKP Ahmad Yani, membeberkan bahwa sindikat ini sangat licin karena menggunakan sistem ranjau dan transaksi nontunai.
Baca Juga: Viral Video Adu Mulut Melawan Pedagang: Ketua DPRD Gresik Menghadap BK
"Pelaku meletakkan barang di titik tertentu yang disepakati melalui pesan singkat. Pembayarannya pun lewat transfer bank. Mereka berusaha sekuat mungkin untuk tidak bertemu langsung dengan pembeli demi menghindari radar aparat," jelas AKP Ahmad Yani, Sabtu (13/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kini, kelima pria tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji Mapolres Gresik. FA, AH, dan MS yang terlibat dalam jaringan sabu dijerat dengan UU Narkotika yang mengancam mereka dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup.
Sementara itu, jeratan UU Kesehatan juga menanti para pengedar pil koplo dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Viral Video Adu Mulut Melawan Pedagang: Ketua DPRD Gresik Menghadap BK
-
Skandal 30 Detik Muda Mudi di Alun-Alun Sidayu: Fasilitas Publik Jadi Panggung Cinta Terlarang
-
Bak Film Aksi, Pengedar Sabu di Bangkalan Kabur Lewat Genteng Lalu Nyungsep dari Plafon
-
Geger! Ular Piton Nyeberang di Depan Polres Gresik Bikin Warga Panik
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT