SuaraJatim.id - Besok masyarakat Tionghoa menggelar perayaan Imlek. Namun mengingat kondisi pandemi seperti sekarang, sejumlah klenteng di Surabaya yang kemungkinan tidak akan menggelar perayaan.
Apalagi, Pemkot Surabaya mengusulkan libur nasional Imlek tahun ini ditiadakan. Hal itu dilontarkan oleh Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.
Meski begitu, 4 klenteng ini bisa tetap buka bagi para jemaat untuk melakukan sembahyang dengan mengikuti Surat Edaran Pemkot Surabaya, tentang Tahun Baru Imlek 2572 Kongsi/Li 2021, yang jatuh pada hari Jumat 12 Februari besok.
Bicara Klenteng, Surabaya memiliki 4 tempat ibadah masyarakat Tionghoa ini yang syarat dengan sejarah. Bahkan keberadaan mereka juga dilindungi dan masuk sebagai bangunan cagar budaya.
Berikut ini 4 klenteng masuk cagar budaya di Surabaya:
1. Klenteng Hong San Ko Tee (Klenteng Cokro)
Klenteng yang berada di Jalan Cokro ini berdiri sejak tahun 1919. Saat ini, tempat ibadat ini dijaga oleh generasi ke-5 dari keturunan pendirinya, yakni Yap Liang Sing.
Sebanyak 10 dewa-dewi yang berada di Klenteng Cokro, Buddha, dan juga aliran Kejawen, Dewi Sri. Sedangkan untuk di altar utama, ada Kongco (Dewa Utama) Kong Tik Tjoen Ong.
2. Klenteng Hian Thian Siong Tee
Baca Juga: Imlek dan Valentine Jadi Momentum Bisnis Travel Tebar Promo
Klenteng yang memakai nama dewa ini berada tak jauh dari Masjid Cheng Hoo Surabaya. Lebih tepatnya di Jalan Kalisari 3 dengan yayasan bernama Shabat Sinoman Indonesia.
Di dalam Klenteng ini, terdapat 6 Dewa, 2 Dewi, serta Buddha. Selain itu, menurut pantauan dari SuaraJatim.id, banyak bangunan baru yang dipersiapkan menampung kegiatan para jemaatnya.
3. Klenteng Pak Kik Bio - Hian Thian Siang Tee Surabaya
Bertempat di Jalan Jagalan Surabaya, Klenteng Pak Kik Bio Hian Thian Siang berdiri sejak 17 Juni 1952. Klenteng ini masih eksis di tengah hiruk-pikuk perdagangan Jalan Jagalan.
Masuk ke dalam Klenteng ini, suasana ramai jalan tiba-tiba lenyap. Sama seperti klenteng-klenteng lainnya, aroma wangi dupa juga sangat pekat.
Selain itu, klenteng ini dipastikan buka jelang malam tahun baru Imlek. Bagi jemaat yang melakukan sembahyang di klenteng ini akan diberikan waktu hingga pukul 21.00 WIB.
4. Klenteng Hok An Kiong
Bangunan klenteng ini dibangun sejak tahun 1821. Sehingga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bangunan ini dijadikan bangunan cagar budaya pada tahun 2012.
Sebanyak 22 Arta dewa ada di Klenteng yang berada di Jalan Coklat Surabaya.
Selain itu, klenteng dibawah naungan yayasan Sukhaloka ini, akan buka untuk jemaat yang sembahyang jelang pergantian tahun baru Imlek, hingga pukul 18.00 WIB.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh
-
8 Fakta Kelam PT Suka Jadi Logam Surabaya: Disegel Pemkot, Digeledah Bareskrim Kasus TPPU Emas
-
Kronologi Terbongkarnya Brankas Kuno Juragan Toko Emas Semar Nganjuk, Ada Perhiasan Lama!