SuaraJatim.id - Banyak yang belum tahu makna istilah 'tol' sebenarnya. Orang mungkin gampang saja menyebut jalan tol, misalnya jalan tol kota ini, kota itu, tapi apa kepanjangan tol ini?
Fakta menarik lainnya, di sejumlah negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura, jalan tersebut lebih dikenal dengan sebutan expressway atau jalur cepat. Bukan tol.
Sedangkan orang-orang di Eropa sering menyebutnya freeway atau highway. Nah, fakta ini tentu membuat orang semakin penasaran, mengapa orang Indonesia menyebut istilah jalan-jalan tersebut dengan 'tol'?
Konon, tol merupakan singkatan dari tax on location atau pajak yang dibayar di lokasi. Istilah itu mengacu pada kewajiban pengemudi mobil membayar sejumlah uang saat memasuki jalan bebas hambatan tersebut.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri menjabarkan 'tol' sebagai 'pajak memasuki jalan tertentu'. Sehingga, dugaan yang menyebut tol merupakan singkatan tax on location menjadi masuk akal.
Namun ada sumber lainnya, banyak yang meyakini kalau 'tol' hanya sekadar alih bahasa dari toll road atau jalan raya berbayar. Bukan singkatan seperti yang dipercaya banyak orang.
Diketahui, tol sendiri merupakan aset milik negara. Namun, dengan skema yang diterapkan sekarang, jalan bebas hambatan tersebut secara konsensi menjadi hak korporasi yang berinvestasi di bidang pembangunan dan operasionalnya.
Hak konsesi merupakan hak pengelolaan dan perizinan yang diberikan negara terhadap korporasi. Demikian dikutip dari hops.id, jejaring media SuaraJatim.id, Rabu (05/05/2021).
Sejarah Jalan Tol di Indonesia
Baca Juga: Pecah Ban Lalu Terguling, Mobil Pick Up Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek
Dilansir dari laman Daihatsu, Selasa 4 Mei 2021, sejarah jalan tol pertama di Indonesia ditandai oleh peresmian jalan tol Jagorawi yang dilakukan Presiden Soeharto pada 9 Maret 1978 silam.
Saat itu, pembebasan tanahnya dibiayai pemerintah dan pembangunannya juga masih dilakukan perusahaan negara. Total konstruksi jalan tol Jagorawi menghabiskan dana sekira Rp16 miliar dengan ruas jalan sepanjang 52 kilometer. Pada saat peresmian, pembangunan jalan tol Jagorawi baru meliputi ruas Jakarta – Citeureup.
Jalan tol Jagorawi pertama digunakan pengemudi mobil yang biasanya melalui jalur Cibinong atau Parung dari Bogor ke Jakarta. Pada peresmian pertama, terdapat delapan pintu masuk tol yang bisa digunakan dan mampu menampung kapasitas hingga 50 ribu kendaraan setiap harinya.
Pembangunan jalan tol di Indonesia terus berkembang hingga adanya otomatisasi sistem pembayaran di gerbang tol. Sejak empat tahun terakhir, pengemudi mobil hanya bisa membayar tarif tol menggunakan uang elektronik atau e-money.
Berita Terkait
-
Pecah Ban Lalu Terguling, Mobil Pick Up Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek
-
Jelang Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta
-
Seksi 1 dan 5 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Rampung Tahun Ini
-
Mengapa Pengguna Jalan Tol Dilarang Putar Balik?
-
Pemprov Riau Masih Tunggu Pembebasan Lahan Tol Pekanbaru-Bangkinang
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi
-
Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek