- BPBD Kabupaten Malang menangani banjir dan longsor di beberapa kecamatan akibat hujan deras pada Senin.
- Bencana tersebut memutus akses jalan utama, menutup jalur provinsi, serta merendam beberapa desa terdampak.
- Operasi pembersihan melibatkan TNI dan warga, dengan hasil nihil korban jiwa serta pendataan kerugian berlangsung.
SuaraJatim.id - BPBD Kabupaten Malang menangani sejumlah kejadian banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa kecamatan pada Senin (2/11/2026).
Bencana tersebut dipicu hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Malang sejak Senin dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Bantur. Selain itu, terjadi peningkatan debit air di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
"Sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik wilayah mulai dari Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Bantur, serta adanya kenaikan debit air di wilayah Sumbermanjing Wetan. Setiap kejadian terus dilakukan upaya penanganan," kata Sadono di Kabupaten Malang, Senin (2/10/2026).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, banjir dan longsor berdampak pada sejumlah desa. Di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, akses jalan poros Gunung Gatel yang menghubungkan wilayah Dampit dengan lokasi terdampak sempat terputus.
Sementara itu, tanah longsor di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, menyebabkan jalur provinsi tertutup material longsoran.
Banjir juga melanda Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, akibat meningkatnya debit air Sungai Kedung Ondo sejak Minggu (31/10) sore. Meski demikian, jalur dari Desa Lebakharjo melalui wilayah Sonowangi telah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Proses pembersihan sisa material banjir masih berlangsung.
Di Kecamatan Bantur, banjir yang sempat merendam wilayah Desa Bantur dilaporkan mulai surut.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di sejumlah desa lainnya, yakni Desa Purwodadi di Kecamatan Tirtoyudo, Desa Watuko dan Desa Polaman di Kecamatan Dampit, serta Desa Sumberbening di Kecamatan Bantur.
Baca Juga: Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa
Sadono mengatakan BPBD telah mengerahkan sejumlah tim untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak. Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI hingga masyarakat setempat.
"Tim ekskavator melakukan penanganan dan monitoring wilayah Ampelgading serta Tirtoyudo," ujarnya.
BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian bencana tersebut. Sementara itu, pendataan kerugian materiil masih dilakukan oleh petugas.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total