"Warga sekitar takut kalau pasukan Darmo menetap di sana, pasukan sekutu akan mengejar sampai ke Lamongan. Saat itu mau tidak mau dia kembali ke Gresik di wilayah Kecamatan Sidayu," katanya.
Di Kecamatan Sidayu itu lah, Darmo Sugondo kembali menghimpun kekuatan. Ia mengumpulkan para kiyai dan pejabat camat untuk mengakomodir supaya para pemuda dan orang dewasa mau bergabung dengan pasukannya melawan penjajah. Dengan bantuan pasukan tambahan itu, Darmo mulai yakin pertempuran akan dimenangkan olehnya.
"Saat itu semua diberi tugas masing-masing, Camat diberi tugas agar memberikan info kalau ada tentara sekutu datang maka latihan perang diberhentikan dulu. Kemudian peran kiyai juga tak luput, mereka dimintai do'a," kata Guru Sejarah kelahiran Gresik itu.
Selain mendapatkan bantuan pasukan dari rakyat Sidayu, Darmo Sugondo juga mendapatkan bantuan pasokan senjata dari BKR Mojokerto. Melihat kekuatan sudah terhimpun, barulah Darmo mulai memberangkatkan pasukannya menuju Kalitangi perbatasan pintu masuk Gresik dari Surabaya.
"Saat memberangkatkan menuju kota, Darmo membagi pasukannya menjadi dua kelompok dengan jalur yang berbeda. Satu batalyon dikirim melalui jalur Manyar tembus ke Alun-alun. Kemudian satunya melalui jalan Desa Suci lalu ke Desa Ngipik. Intinya dua kelompok itu nanti bertemu di titik yang ditentukan," tutur Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Setelah sampai di jembatan Kalitangi, kecerdasan Darmo sebagai pimpinam pasukan perang teruji. Ia menyusun rencana yang nantinya akan membawa namanya terus harum sampai kini. Yakni, strateginya menghancurkan jembatan Kalitangi supaya akses tentara sekutu menuju ke Gresik terputus.
Namun sebelum jembatan itu diledakkan dengan tiga bom berukuran besar, Darmo lebih dulu mengutus sebagain pasukannya di sebrang jembatan wilayah Surabaya. Sebagian pasukan lagi di sebrang jembatan wilayah Gresik. Dengan begitu, ketika tentara sekutu datang akan mudah disergap dari segala arah.
"Akhirnya pada tahun yang sama 1947 pasukan Darmo berhasil memenangkan pertempuran," ujarnya.
Atas kegigihannya juga, Darmo Sugondo berhasil menjabat beberapa pos strategis di tubuh militer TNI. Antara lain, Komandan Kodam Tambun Bungah, Kalimantan Tengah. Lalu saat beberapa bulan menjabat, Darmo Sugondo lalu menghembuskan nafas terakhir pada tahun 1958 dan dikuburkan di Makam Pahlawan di Kalibata Jakarta.
Baca Juga: Rayakan HUT Kemerdekaan di Sumsel, Berikut Prakiraan Cuacanya
Sang pejuang kemerdekaan itu kini sudah tidada. Tugasnya memang sudah purna, namun nama dan perjuangannya tetap abadi dan bisa dirasakan anak cucu. Karena jasanya juga, nama Darmo Sugondo juga diberi nama jalan di beberapa kota dan kabupaten. Antara lain, jalan di Gresik, Mojokerto dan Sumatra Selatan.
"Sayangnya meski perjuangannya begitu kental, hingga kini Darmo Sugondo belum juga ditetapkan sebagai Pahlawan Indonesia. Karena itu tujuan skripsi saya kemarin disamping mengabadikan cerita agar tidak hilang, juga menguslkan agar beliau diangkat jadi pahlawan," katanya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Investasi ORI030 di BRI, Kupon Tetap Hingga 7,00% Dijamin Negara
-
Hanya Ada 2 Siswa Baru: Guru SDN 2 Plandaan Rela Iuran Demi Beli Seragam
-
SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
-
Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok
-
Pasar Agrobis Babat Membara: 10 Kios Ludes Terbakar dalam Semalam, Diduga Akibat Korsleting