SuaraJatim.id - Cara narapidana sabu di Kediri Jawa Timur ini memang bisa dibilang nekat. Ia menyimpan satu paket sabu dan pil psikotropika di anusnya.
Beruntung, kasus ini berhasil dibongkar petugas Lapas Kediri Kanwil Kemenkumham Jatim itu. Pelaku berinisial SKJ akhirnya dipaksa mengeluarkan narkotika tersebut dari anusnya.
Penggagalan penyelundupan barang haram ke lapas itu terjadi kemarin sore (4/9/2021). Awalnya, petugas Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kediri yang bertugas di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kediri menemukan benda mencurigakan di area kebun kangkung.
Barang mencurigakan itu ada di dalam bungkus rokok. Diduga paket tersebut dilempar orang tak dikenal dari luar area SAE.
"Petugas sempat mengecek, dan benar bahwa bungkus rokok tersebut berisi paket narkotika," lanjut Asih, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (06/09/2021).
Namun, untuk memastikan pemilik barang tersebut, petugas membiarkan bungkus rokok itu di tempatnya. Salah seorang petugas lalu memasang kamera pengintai dari kejauhan menggunakan smartphone pribadinya.
"Sekitar pukul 06.30 WIB petugas kami melihat pelaku SKJ nampak sedang mencari sesuatu yang jatuh di sekitar kebun kangkung," ujar Kalapas Kediri Asih Widodo.
Saat itu, lanjut Asih, SKJ terpantau menggenggam sesuatu. Petugas merekam seluruh aktivitas mencurigakan itu dan melaporkan kepada Kepala Pengamanan Lapas untuk langkah lebih lanjut.
Usai pembinaan luar lapas selesai, petugas pengamanan lapas melakukan penggeledahan secara intensif terhadap 13 WBP yang mengikuti program asimilasi di SAE Lapas Kediri.
Baca Juga: Dokter Tirta Menduga Deddy Corbuzier Terlibat Narkoba, Ternyata Karena Ini
"Dari interogasi tersebut, diketahui bahwa SKJ melakukan aksinya dibantu oleh PW yang juga peserta program asimilasi," tutur Asih.
PW sempat berkelit dan mengatakan bahwa paket narkotika tersebut disimpan dalam kamar mandi di area SAE. Petugas pun menyisir area yang dimaksud. Namun tidak menemukan apa-apa. Setelah terus ditekan, barulah PW mengaku.
"Dia lalu mengaku menyimpan paket narkotika tersebut dalam duburnya," terang Asih.
Petugas pun meminta PW untuk mengeluarkan paket tersebut dalam duburnya. Disaksikan beberapa petugas lain, paket yang disimpan dalam plastik klip itu ternyata berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,86 gram.
"Petugas juga menemukan 10 butir pil psikotropika," urai Asih.
Tak puas sampai di situ, petugas lalu melakukan pengembangan dan mendapati keterlibatan seorang WBP berinisial RN sebagai pemesan paket tersebut. PW mengaku mendapatkan bayaran sekitar Rp400 ribu dalam aksinya itu. Sedangkan SKJ mengaku hanya diberi rokok dan seporsi makanan.
Berita Terkait
-
Dokter Tirta Menduga Deddy Corbuzier Terlibat Narkoba, Ternyata Karena Ini
-
Haikal Hassan Beberkan Ciri Pembenci Habib, Netizen: Mereka Menolak Hidayah
-
Booty Bumping, Cara Berbahaya Coki Pardede Konsumsi Narkoba
-
Adik Bantah Isu Alvin Faiz Pakai Narkoba: Rokok Aja Nggak Demen!
-
Tretan Muslim Yakin Coki Pardede Sembuh dari Kecanduan Narkoba
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB