Sejarahwan Kediri Achmad Zainal Fachris, mengatakan peristiwa demonstrasi gede-gedean di perkebunan Djengkol Kabupaten Kediri pada 15 November 1961 itu merupakan aksi propaganda Partai Komunis Indonesia (PKI) pertama di Indonesia.
Kala itu, ribuan orang berkumpul dari pelbagai daerah untuk berdemo meminta perkebunan yang sebelumnya ditarik oleh pemerintah dari rakyat. Para demonstran itu meminta agar pemerintah mengembalikan lagi perkebunan tersebut kepada rakyat.
Perkebunan Djengkol sendiri merupakan salah satu aset Belanda sebelum kemerdekaan. Kemudian setelah penjajah keluar dari nusantara perkebunan tersebut bebas dikelola oleh warga di sekitar kawasan.
Dahulu area ladang maupun kebun yang dapat dikelola sangatlah luas. Sampai dikemudian hari penggarap perkebuna yakni warga tidak diperbolehkan menggarap lagi oleh pemerintah.
"Jadi memang Perkebunan Djengkol ini dahulu dikelola rakyat, dan pada rentan tahun 1960-an ditarik menjadi aset pemerintah. Dari itu akhirnya mereka berdemo, ribuan orang kader partai hingga sayap partai dari berbagai penjuru tanah air datang ke Kediri," katanya saat dihubungi Suara.com, Senin (26/9/2021).
Menurut Fachris, unjuk rasa itu mulanya berlangsung dingin, sampai pada akhirnya pecah karena tuntutan tidak dikabulkan oleh pemerintah.
"Akhirnya terjadi aksi saling serang antar pengunjuk rasa pada waktu itu. Situasi semakin memanas ketika pendemo menyerang aparat yang berjaga hingga muncul korban jiwa," tuturnya.
Fachris melanjutkan, unjuk rasa ini di kemudian hari oleh PKI digunakan untuk mengkritisi pemerintah karena dalam demo tersebut banyak warga yang seolah-oleh menjadi korban kekerasan aparat.
"Jadi dahulu PKI itu adalah partai yang mengisi parlemen terbanyak nomor 4. Dari situ mereka mulai menyuarakan di parlemen karena bayak korban. PKI juga mengkritik UUPA Landefrom tidak terlaksana karena tanah diambil lagi oleh pemerintah," ujarnya.
Baca Juga: Faktor Penyebab G30S PKI yang Menewaskan 6 Jenderal dan Satu Perwira
Sementara itu, terkait penangkapan para aktivis maupun kader PKI menurut Fachris terjadi pada tahun 1965 pada saat kasus pemberontakan pecah di Indonesia.
Dalam penangkapan itu seluruh kader maupun dari anggota organisasi sayap PKI ditangkap. Namun banyak juga orang yang tidak tahu menahu ikut tertangkap. Salah satunya adalah yang terindikasi mengikuti aksi demo pada 1961 di Perkebunan Djengkol.
"Kalau itu memang banyak juga yang tertangkap dari orang yang hanya ikut-ikutan. Dan mereka yang sudah tertangkap hilang, entah di eksekusi atau gimana, mereka hilang begitu saja tanpa ada kabar," ujarnya.
Berita Terkait
-
Faktor Penyebab G30S PKI yang Menewaskan 6 Jenderal dan Satu Perwira
-
Minta Stop Arahkan Tuduhan PKI ke Orang Lain, Dedek: Kami Tak Percaya PKI Bangkit
-
DPR Minta TNI Jelaskan Tudingan Gatot Nurmantyo Soal Hilangnya Diorama G30S/PKI
-
CEK FAKTA: Istana Resmikan PKI Boleh Berdiri di Indonesia, Benarkah?
-
Bongkar Diorama G30S PKI di Museum Kostrad, Letjen TNI Purn Azmyn Hatinya Kini Tenang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Tragis Kecelakaan Kereta Api di Bojonegoro, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Argo Bromo Anggrek
-
Detik-detik Truk Muatan Cabai Tabrak Motor di Mojokerto, Seorang Tewas dan Sopir Luka Parah
-
Fakta Baru Skandal Ponpes Bangkalan, Dua Bersaudara Oknum Lora Diduga Lecehkan Santriwati yang Sama
-
Rumah 2 Lantai Terbakar di Simo Gunung Surabaya, 6 Penghuni Luka-luka
-
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Status Siaga Tetap Berlaku