SuaraJatim.id - Ada ratusan tablet merek Advan tipe 8001 bantuan bagi para siswa SMKN 5 Jember dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hilang.
Belakangan terbongkar. Ternyata, ratusan tablet tersebut diembat alias dicuri oleh seorang pegawaianya. Pegawai yang belum disebut namanya tersebut kini sudah diperiksa oleh kepolisian.
Polisi berhasil membekuk salah satu karyawan yang mengaku telah mencuri dan menjual tablet-tablet itu di salah satu konter di Jalan Kalimantan.
"Saat itu ruangan tersebut dikunci dan kunci tertempel di pintu. Saat karyawan sepi, dia (pelaku) mengambilnya dan dijual untuk biaya hidup dan membayar utang," kata Kepala Kepolisian Sektor Sukorambi Ajun Komisaris Sigit Budiono, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Rabu (06/10/2021).
Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Polisi masih mengembangkan penyelidikan kasus itu.
Sigit menjelaskan, kasus ini terungkap saat pihak sekolah mengaudit jumlah bantuan tablet tersebut. "Sewaktu Kepala TU melakukan cek gudang, setelah dibongkar beberapa dus tab, ternyata banyak yang berkurang," ujarnya.
"Diketahui, antara jumlah barang yang ada dengan (data) bantuan dari pemerintah plus barang yang dipinjampakaikan kepada siswa sangat njomplang. Diketahui untuk sementara hasil pemeriksaan, kurang lebih 350-an unit tab yang raib," kata Sigit.
Sementara itu, pihak sekolah menyatakan, ada 378 unit tablet yang tidak ada pada tempatnya. Kepala TU SMKN 5 Jember Sutikno curiga saat melihat ada tumpukan 10 dus tablet Advan yang seharusnya tersimpan di ruang brangkas sekolah.
Semula dia tidak curiga, jika tablet dalam dus itu raib. Namun setelah dicek tablet-tablet dalam dus itu sudah tak berbekas.
Baca Juga: Ratusan Gawai di SMKN 5 Jember Dicuri Karyawan Sendiri
"Hanya ada beberapa yang dipinjam (siswa), tapi semua tercatat dengan baik. Lah ini banyak yang hilang," kata Sutikno.
Tag
Berita Terkait
-
Ratusan Gawai di SMKN 5 Jember Dicuri Karyawan Sendiri
-
Ealah! Ketika yang Lain Turun, Jember Malah Naik Level 3 PPKM
-
Napi Penganiaya Penghuni Lapas Lainnya di LP Jember Dipindah ke Nusakambangan
-
Geger Video Napi Aniaya Tahanan di Penjara, Pelaku Dikirim ke Lapas Nusakambangan
-
Jember Naik ke PPKM Level 3 Akibat Cakupan Vaksinasi Belum 50 Persen
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Holding Ultra Mikro BRI Percepat Inklusi Keuangan dan Naik Kelas Debitur PNM
-
Gugatan Rp7 Miliar Ressa Terhadap Denada Kandas: Hakim PN Banyuwangi Sebut Salah Alamat
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit