- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Sukomulyo, Lamongan, resmi berhenti beroperasi sejak 7 Juni 2026 akibat konflik internal pemilik.
- Pemilik menjual aset bangunan senilai Rp1,5 miliar kepada Sadak karena masalah manajemen keuangan serta konflik rumah tangga.
- Pembeli baru berencana mempertahankan fungsi gedung untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis melalui manajemen baru yang profesional.
SuaraJatim.id - Sebuah gembok besar dan spanduk penutup kini menjadi pemandangan di gerbang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukomulyo, Lamongan.
Padahal, gedung yang berdiri kokoh di Jalan Mastrip ini seharusnya menjadi dapur harapan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dielu-elukan pemerintah.
Namun, sejak Minggu (7/6/2026), asap dapur di SPPG ini berhenti mengepul. Bukan karena kekurangan bahan pangan atau sepi peminat, melainkan karena badai rumah tangga yang melanda sang pemilik. Prahara domestik akhirnya memaksa aset strategis ini jatuh ke tangan orang lain.
Dibalik misi mulia memberi asupan gizi untuk anak-anak, tersimpan benang kusut manajemen keuangan yang memburuk. Diduga kuat, konflik internal antara pasangan suami-istri pemilik SPPG mengenai transparansi dana menjadi pemicu utama tersendatnya arus kas.
Ketidaksepakatan dalam rumah tangga ini merembet ke urusan bisnis, membuat pengeluaran bulanan tak lagi tertutup. Di titik nadir itu, sang pemilik memutuskan untuk menjual aset tersebut demi menyelesaikan kemelut yang ada.
Sadak, sang pembeli baru, menceritakan sekilas drama di balik transaksi tersebut.
"Ada permasalahan intern pemilik bangunan ini dengan suaminya. Kemudian dijual lah ke saya," ungkap Sadak, Kamis (11/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com. Ia mengaku menebus bangunan di atas tanah sewa tersebut dengan nilai fantastis, Rp1,5 miliar.
Meski kini pintu SPPG terkunci rapat, Sadak menegaskan bahwa penutupan ini hanyalah masa transisi. Ia tidak berniat mengubah fungsi gedung tersebut menjadi ruko atau gudang. Baginya, SPPG Sukomulyo harus tetap menjalankan misi awalnya mendukung program Makan Bergizi Gratis.
"Rencana saya, tetap saya gunakan sebagai SPPG. Namun, saat ini kita sedang menunggu proses alih pengelolaan," jelas Sadak.
Baca Juga: 19 Pekerja PT BMI Lamongan Tumbang Akibat Menghirup Gas di Ruang Produksi
Sadak kini sedang menimbang-nimbang, apakah akan tetap menggandeng yayasan lama yang sebelumnya mengelola tempat tersebut atau mencari mitra baru yang lebih profesional.
Ia memberikan tenggat waktu satu hingga dua minggu bagi pengelola lama untuk membuka ruang komunikasi. Jika tidak ada titik temu, napas baru SPPG akan ditiupkan melalui manajemen yang sepenuhnya berbeda.
Kini, mes karyawan yang dulunya ramai telah kosong melompong. Baju-baju dan barang pribadi para pekerja sudah diangkut pergi seiring berpindahnya kepemilikan.
Di tengah ruangan yang sunyi itu, tersisa satu barang yakni sebuah televisi berukuran 75 inci yang belum sempat diambil pemilik lama.
Berita Terkait
-
19 Pekerja PT BMI Lamongan Tumbang Akibat Menghirup Gas di Ruang Produksi
-
84 Siswa Bangkalan Tumbang Usai Santap Makan Bergizi Gratis
-
Dapur MBG Situbondo Terhenti: 19 Unit SPPG Mogok Akibat Masalah Limbah dan Dana Mandek
-
Dolar Tembus Rp18 Ribu: Harga Besi Mendidih, Pengusaha Konstruksi di Lamongan Mulai Putar Otak
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia