- Sebanyak 19 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Situbondo berhenti beroperasi karena kendala teknis hingga infrastruktur tidak memadai.
- Badan Gizi Nasional menghentikan operasional dapur karena masalah sistem pengelolaan limbah serta tata kelola fasilitas yang tidak memenuhi standar.
- Sebanyak 12 unit dapur lumpuh akibat dana operasional melalui virtual account belum cair sehingga menghambat pembelian bahan baku gizi.
SuaraJatim.id - Sebanyak 19 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Situbondo dilaporkan berhenti mengepul. Masalahnya pelik. Mulai dari infrastruktur yang tak layak hingga persoalan klasik, yakni dana yang tak kunjung cair.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, mengungkapkan bahwa penghentian ini merupakan hasil evaluasi ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN). Keselamatan dan higienitas menjadi poin yang tidak bisa ditawar.
Tercatat ada lima unit SPPG, termasuk di Desa Sumberkolak dan Kelurahan Mimbaan 03, yang terpaksa dikunci rapat karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) tidak memenuhi standar.
"Ipal sangat krusial agar operasional dapur tidak mencemari lingkungan sekitar," ujar Yulianto, Jumat (5/6/2026).
Tak hanya limbah, dua unit dapur di Kelurahan Mimbaan 02 dan Desa Talkandang 02 juga dijatuhi sanksi serupa karena tata kelola dan fasilitas infrastruktur yang dinilai amburadul dan jauh dari standar kelayakan dapur umum skala besar.
Masalah paling dominan yang melumpuhkan dapur-dapur ini justru datang dari aspek finansial. Sebanyak 12 unit SPPG lainnya terpaksa mati suri hanya karena kendala teknis pencairan dana melalui virtual account (VA).
Nama-nama besar desa seperti Jatibanteng, Kertosari, hingga Besuki masuk dalam daftar dapur gizi yang berhenti beroperasi karena saldo yang tak kunjung bisa diakses. Tanpa dana yang cair, operasional harian untuk membeli bahan baku bergizi praktis lumpuh total.
"Sebagian besar berhenti karena kendala pencairan dana. Ini menjadi perhatian serius tim koordinasi di lapangan," tambah Yulianto.
Hingga saat ini, dari total 45 unit SPPG yang ada di Situbondo, hanya 26 unit yang masih bertahan melayani penerima manfaat.
Baca Juga: Masalah IPAL, Operasional 11 SPPG di Ponorogo Dihentikan
Satgas kini tengah mendorong pengelola dapur yang tersangkut masalah Ipal dan tata kelola untuk segera melakukan perbaikan total sesuai rekomendasi BGN.
Sementara itu, untuk urusan dana yang mandek, tim di tingkat wilayah diklaim tengah berupaya melakukan percepatan administrasi agar api di dapur umum bisa kembali menyala.
"Kami ingin program ini berjalan sempurna. Perbaikan harus segera dilakukan agar layanan kepada penerima manfaat tidak terhenti terlalu lama," pungkas Yulianto. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi