- Kebakaran melanda gudang kayu jati di Ngawi pada Minggu malam akibat dugaan puntung rokok pegawai.
- Dua kontainer produk siap ekspor ke Swedia senilai satu miliar rupiah hangus terbakar tanpa korban jiwa.
- Tiga unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang sulit dikendalikan karena material kayu melimpah.
SuaraJatim.id - Kebakaran hebat melanda gudang kerajinan kayu jati untuk kerajinan barang antik di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026) malam.
Dua kontainer produk kerajinan yang sedianya diekspor ke Swedia pekan depan ikut hangus terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Gudang yang berada tepat di depan kawasan wisata dan kuliner Jahe Klenting itu dengan cepat dilalap api.
Sejumlah pegawai bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun, banyaknya material kayu yang tersimpan di dalam gudang serta kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar dan merambat ke hampir seluruh bagian bangunan.
Kepala Desa Jenggrik, Suparni, mengatakan material kayu yang memenuhi gudang membuat api sulit dikendalikan.
"Api sulit dipadamkan karena dalamnya penuh kayu termasuk barang jadi siap ekspor, api cepat membesar," kata dia melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (14/9/2026).
Selain menyimpan bahan baku kayu jati, gudang tersebut juga menjadi tempat penyimpanan produk kerajinan yang telah selesai diproduksi. Di antaranya telenan, kursi, dan mangkok berbahan kayu jati.
Produk yang terbakar diperkirakan setara dua kontainer dan telah dipersiapkan untuk dikirim ke Swedia pada pekan depan. Nilai produk siap ekspor tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Pemilik gudang, Suwardi, mengaku mengetahui kebakaran setelah meminta seorang pegawainya mengecek kondisi gudang. Saat itu, api sudah membakar bagian dalam bangunan.
Baca Juga: Ruang Gizi RS Saiful Anwar Malang Terbakar, 19 Pasien Anak Dievakuasi
“Sore belum ada, terus saya pas nyuruh pegawai ngambil uang tak suruh sini lihat gudang sudah terbakar hebat, diduga dari puntung rokok pegawai saya,” kata Suwardi.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ngawi dikerahkan ke lokasi. Petugas harus berulang kali melakukan penyemprotan karena kobaran api menjalar dari bagian depan hingga belakang gudang.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Joko Kartono, mengatakan proses pemadaman cukup sulit lantaran banyaknya material kayu yang terbakar.
“Sulit dipadamkan karena banyak material kayu terbakar dari depan hingga belakang. Kita sudah bolak-balik enam kali, tapi tidak juga padam,” ungkapnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kodim 0805 Ngawi dan Yon Armed 12 Ngawi turut dikerahkan membantu petugas.
Setelah sekitar tiga jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kembali kebakaran.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir
-
Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan