SuaraJatim.id - Jalan Desa Sumberbening, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ambles terdampak tanah longsor, Jumat (19/11/2021). Akses utama warga setempat itu ambrol dengan kedalaman sekitar lima meter.
Kapolsek Dongko AKP Rohadi mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tanah longsor tersebut. Kendati demikian, putusnya akses jalan di Dusun Pelem, Desa Sumberbeing, Kecamatan Dongko itu menyebabkan 13 keluarga (KK) terisolasi.
"Itu satu-satunya akses jalan warga setempat. Badan jalan ambles sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar empat meter," katanya mengutip dari Antara, Jumat.
Dijelaskannya, hujan dengan intensitas sedang masih terus terjadi, hingga Jumat sore. Hal itu menyebabkan kondisi tanah di sekitar lokasi longsoran labil. Untuk mengantisipasi longsor susulan, polisi segera memasang rambu tanda bahaya di sekitar lokasi kejadian.
"Rencananya kami dari tim gabungan bersama warga akan membuat jalur alternatif, kemudian membuat saluran air agar tidak mengalir ke longsoran, kami juga memasang tanda agar (untuk sementara, red.) tidak dilalui," katanya.
Perbaikan jalan, lanjut AKP Rohadi, belum bisa dilakukan lantaran kerusakan infrastruktur yang parah. Ditambah lagi kondisi tanah yang masih labil, sehingga rawan longsor susulan. Masyarakat diimbau sementara waktu untuk tidak melintas tempat itu.
"Sebenarnya masih bisa dilalui memakai jalan kaki. Tapi tetap saja sangat berbahaya dan tidak kami rekomendasikan," katanya.
Warga yang saat ini terisolasi sebenarnya masih mempunyai satu jalan alternatif. Namun, dengan kondisi hujan seperti sepekan terakhir, jalan alternatif itu juga tidak aman dilalui menggunakan kendaraan roda dua atau lebih. Apalagi akses jalan alternatif itu jarak tempuhnya cukup jauh.
Hujan juga mengakibatkan tanah longsor di Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek. Di lingkungan ini, sedikitnya enam rumah dilaporkan tertimpa longsor, tiga di antaranya rusak parah.
Baca Juga: Viral Video Detik Detik Tanah Longsor Timpa Rumah di Banjarnegara, Ini Kondisinya
"Selain longsor di enam titik, hujan kemarin juga menghanyutkan penyangga jembatan menuju makam,” kata Kepala Desa Dawuhan Kasanudin.
Dalam bencana alam di Desa Dawuhan, lanjutnya, kerusakan terparah berada di RT13 dan RT11. Di RT 13, bagian dapur rumah Sutrisno dan Paijah jebol. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun taksir kerugian jutaan rupiah.
"Rata-rata longsor mengenai bagian tembok rumah dan sebagian rumah warga. Untuk sementara waktu tadi ada warga yang mengungsi di rumah saudaranya, sembari proses perbaikan," katanya.
Sebelumnya, banjir dan tanah longsor terjadi sporadis di sembilan desa di tujuh kecamatan. Selain sempat merendam pemukiman warga, banjir yang disebabkan luapan sungai itu dilaporkan juga merendam sejumlah objek vital, di antaranya pasar tradisional. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan
-
Pasangan Pencuri Gasak Vario Karyawan RSUD Jombang di Depan Kamar Mayat
-
Misteri 4 Huruf di Menara Ponpes Tambakberas: Pesan Langit KH Hasbullah Said Tentang Kemerdekaan RI
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas