SuaraJatim.id - Penularan COVID-19 di Madura, Jawa Timur mengalami lonjakan cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Tercatat mencapai 156 kasus konfirmasi positif.
Kasus tertinggi dialami Kabupaten Bangkalan sebanyak 69 kasus per 7 Januari 2022. Menyusul berikutnya Kabupaten Sumenep 39 Kasus, Kabupaten Sampang 36 kasus, dan Pamekasan 12 kasus.
Sementara, Wakil Bupati Bangkalan Mohni menyatakan pihaknya mulai mengaktifkan kembali tempat isolasi terpusat (isoter) yang sebelumnya sempat tutup karena kasus Virus Corona melandai.
"Mulai saat ini, tempat isolasi terpusat kembali kita aktifkan, dan warga terpapar COVID-19 harus diisolasi di tempat isolasi yang disediakan Satgas COVID-19 Bangkalan. Tidak boleh ada isolasi mandiri," katanya mengutip dari Antara, Rabu (9/2/2022).
Menurut dia, langkah itu dilakukan, karena pihaknya tidak ingin terjadi penyebaran, apalagi kini ada varian baru COVID-19 yakni omicron yang penyebarannya sangat cepat.
"Jadi, warga yang terkonfirmasi terpapar COVID-19, harus dilakukan isolasi secara terpusat," katanya, menegaskan.
Wabup mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan lintas sektor di lingkungan Pemkab Bangkalan untuk penanganan kasus aktif baru COVID-19 tersebut.
Selain mengaktifkan kembali tempat isolasi terpusat, Pemkab Bangkalan juga meningkatkan kegiatan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan dengan sasaran pusat-pusat perbelanjaan dan pengunjung kafe di wilayah itu.
Hal yang sama juga dilakukan di kabupaten lain di Pulau Madura, yakni Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.
Baca Juga: 350 Pasien COVID-19 Bergejala Ringan, Wali Kota Surabaya Minta Jangan Dirawat di Rumah Sakit
Selain meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan menggencarkan kegiatan vaksinasi, juga mewajibkan semua kantor pemerintah dan swasta memasang aplikasi PeduliLindungi.
"Kalau di Pamekasan, sejak terjadi peningkatan kasus aktif COVID-19, kami langsung menggencarkan operasi yustisi pada siang dan malam hari," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Totok Hartono.
Upaya lain dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke semua pasar tradisional yang tersebar di 13 kecamatan dan kantor layanan publik, seperti Mall Pelayanan Publik (MPP), lembaga pendidikan dan pondok pesantren.
Sebagaimana di Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Sumenep, peningkatan kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Pamekasan juga terjadi dalam dua pekan terakhir.
"Sebelumnya, ruang isolasi bagi pasien COVID-19 di sini kosong. Tapi kini mulai bertambah, bahkan sudah ada 12 orang yang menjalani perawatan karena terkonfirmasi positif COVID-19," kata Humas Satgas COVID-19 RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat, Rabu pagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara
-
30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan
-
Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur