SuaraJatim.id - Klinik kecantikan Fairuz Skin Care di Kabupaten Gresik dilaporkan ke polisi dugaan malpraktik. Korban atau pelapor, Lilik Fauziah (43) mengaku mengalami reaksi negatif.
Reaksi negatif yang dimaksud, yakni wajah dan kulitnya terasa panas. Bahkan muncul gejala gatal dan bengkak nyaris di sekujur tubuh.
Lilik menceritakan, pemakaian perawatan kecantikan bermula, saat dirinya mendapat rekomendasi dari temannya pada April 2021 lalu. Merasa tertarik dengan testimoninya, ia pun mengunjungi klinik tersebut di kawasan GKA jalan Merak Blok D 14 Kecamatan Kebomas, Gresik.
"Saat itu ditangani langsung oleh pemiliknya bernama Fairuz Fatin Bahriyah. Dia juga mengaku sebagai dokter spesialis kecantikan," kata Lilik di Mapolres Gresik, Kamis (17/2/2022).
Tanpa curiga, dia pun menjalani beberapa perawatan di sana. Mulai dari wajah, kulit hingga organ dalam. Termasuk menjalani perawatan dengan metode injeksi dan infus selama tiga jam.
"Usai melakukan perawatan, saya juga menerima obat minum pereda nyeri, krim, facial foam, toner beserta petunjuk penggunaannya," paparnya.
Total dana yang dikeluarkan Lilik, selama perawatan kecantikan itu, sebesar Rp 8 juta. Nahasnya, usai menjalani perawatan, ia mengaku merasakan beberapa keluhan. Terutama pada bagian wajah dan organ dalam yang muncul gejala iritasi.
Kuatir berdampak buruk, ia pun berkonsultasi dengan mendatangi klinik tersebut. Di sana ia menjalani perawatan lanjutan. Dengan biaya yang dibebankan sebesar Rp 1,6 juta. Dari hasil perawatan itu, hasilnya sama. Apa yang dikeluhkan malah semakin buruk.
"Keesokannya wajah dan kulit saya terasa panas. Terutama pada bagian wajah dan organ dalam yang muncul gejala iritasi," jelasnya.
Baca Juga: Barbie Kumalasari Ungkap Penyesalan Berobat di Klinik Kecantikan Murah
Kondisinya malah semakin buruk. Dari gejala panas, kemudian muncul gatal-gatal dan bengkak nyaris di sekujur tubuh. Sadar kalau perawatan yang dipakai malah bereaksi buruk, ia lalu menghentikan pengunaan.
Selain itu, Wellem Mintarja selaku kuasa hukum korban mengaku curiga, dengan produk kosmetik yang dihasilkan dari klinik tersebut. Terdapat dugaan belum mendapatkan izin edar dari lembaga terkait.
Wellem juga sempat memeriksa legalitas gelar dokter spesialis tersebut melalui situs resmi milik, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI). Hasilnya, nama Fairuz Fatin Bahriyah selaku pemilik dari klinik kecantikan, tak tertera dalam daftar itu.
"Dari penelurusan kami, yang bersangkutan ternyata merupakan lulusan mahasiswi S1 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Menempuh program studi Hubungan Internasional tahun angkatan 2014 dengan status dikeluarkan," terangnya.
Penelusuan jejak rekam akademisi itu dilakukan, karena terlapor dalam hal ini, Fairuz Fatin Bahriyah, saat menangani korban mengaku sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin. Ia bahkan menuding terlapor telah melakukan praktik medis tanpa izin.
Tidak hanya itu, pihanya juga telah berkoordinasi kepada Dinas Kesehatan Gresik maupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik. Hasilnya sama, tidak ada nama terlapor, sebagai dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi
-
Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya
-
Bukan Cuma Soal Keracunan MBG, Chef SPPG di Surabaya Malah Gelapkan 8 Jerigen Minyak Bekas
-
Rekomendasi Laptop Bisnis Murah untuk UMKM: Hemat Anggaran, Performa Andal
-
Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!