Bernadette Sariyem
Senin, 16 Maret 2026 | 14:12 WIB
Para pemandu karaoke di Madiun membagikan takjil di Jalan Basuki Rahmat, Madiun, pada Rabu (4/3) sore pekan lalu.
Baca 10 detik
  • Pekerja malam, khususnya pemandu lagu Radefa Karaoke Madiun, membagikan 1.500 paket takjil gratis pada sore Rabu, 4 Maret 2026.
  • Dana pembagian takjil tersebut murni berasal dari iuran swadaya para pemandu lagu, bukan dari sponsor eksternal.
  • Aksi sosial rutin ini bertujuan memupuk empati sekaligus meningkatkan interaksi positif pekerja hiburan dengan masyarakat sekitar.

SuaraJatim.id - Para pekerja malam, terutama pemandu lagu di tempat-tempat karaoke Madiun, ramai-ramai turun ke jalan pada bulan Ramadan 2026.

Hal itu membuat pemandangan berbeda tampak di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Madiun, pada Rabu (4/3) sore pekan lalu.

Jika biasanya jalur di depan Terminal Purbaya Madiun ini hanya dipadati oleh hiruk-pikuk bus antarkota dan penumpang yang terburu-buru, sore itu suasana berubah menjadi lebih teduh dan penuh senyum.

Ratusan perempuan muda tampak berderet rapi di pinggir jalan, bukan untuk keperluan komersial, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan yang menyentuh hati.

Belakangan terungkap bahwa para perempuan tersebut adalah para pemandu lagu (PL) yang sehari-harinya bekerja di Radefa Karaoke, sebuah jejaring hiburan yang cukup dikenal di wilayah Madiun, Ngawi, dan Caruban.

Di tengah kesibukan mereka di dunia malam, para pekerja seni hiburan ini memilih untuk turun ke jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui aksi berbagi takjil gratis.

Gerakan Swadaya: Dari Kantong Sendiri untuk Sesama

Salah satu hal yang paling menarik dari aksi ini adalah sumber dananya. Takjil yang dibagikan tersebut bukan berasal dari sponsor besar atau dana CSR perusahaan, melainkan murni dari hasil iuran para pemandu karaoke yang masih aktif bekerja.

Inisiatif ini menunjukkan sisi lain dari para pekerja industri hiburan yang sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-58 di Madiun, Pastikan Harga Terkendali dan Stok Aman

Koordinator kegiatan, Yenti Nurul Kholifah, menjelaskan momentum libur bekerja dimanfaatkan oleh rekan-rekannya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Semangat solidaritas ini muncul secara spontan dari keinginan bersama untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif.

’’Kami turun di sini untuk berbagi. Anak-anak sedang liburan, jadi kami isi dengan kegiatan sosial berbagi takjil puasa," kata Yenti, dikutip hari Senin (16/3/2026).

Jangkauan Luas: 1.500 Paket untuk Pengguna Jalan dan Abang Becak

Skala kegiatan tahun ini tergolong cukup besar. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 1.500 paket takjil disiapkan untuk dibagikan sore itu.

Paket yang dikemas rapi tersebut berisi kombinasi nutrisi dan kesegaran, mulai dari makanan ringan, buah jeruk, hingga minuman segar untuk membatalkan puasa.

Load More