SuaraJatim.id - Sebuah video yang merekam puluhan siswa di SDN Bringinan, Ponorogo, Jawa Timur telantar akibat guru telat datang, viral di media sosial.
Video itu sendiri diambil oleh Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur saat berada di lokasi. Video tersebut kemudian diunggah oleh akun instagram @infoponorogo.
Dalam video terlihat sejumlah murid berkeleleran di teras ruang kelas. Mereka duduk-duduk di depan kelas yang masih terkunci. Para siswa tampak terlantar dengan tas sekolah yang diletakkan di lantai.
Satu orang guru pun tak terlihat di sekolah. Padahal seluruh siswa sudah datang dan siap menerima pelajaran.
Diketahui, hal itu lantaran para guru telat datang ke sekolah.
"Sabtu tanggal 5 Maret 2022, ini sudah jam 07.15 guru belum ada kepala sekolah belum ada anak-anak terlantar diluar SDN Bringinan. saya selaku kepala desa tidak terima kalau caranya seperti ini," ujar seorang pria dalam video.
Ia pun mengatakan jika jam masuk sekolah harus diperjelas.
"masuknya jam berapa harus jelas, masyarakat diberi jelas. Jangan ngawur mendidik. Terimakasih," ujarnya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respon dari warganet.
Baca Juga: Jahili Penari Reog Ponorogo saat Atraksi, Pemuda ini Auto 'KO', Dikira Kesurupan, Ternyata...
"Tag langsung saja Bupatinya Ponorogo, Biar ditindak," ujar @tedjo***
"tidak usah sekolah sekalian, beli ijasah saja, yang sekolah tinggi ya susah cari kerjaan, kecuali punya orang dalam," kata @prian***
"Pengalaman pas ikut acara ke sekolahan di ponorogo. Padahal hari senin jam setengah 8 baru pada datang gurunya. Upacarapun telat. Dan otomatis semua molor wkwk.," ujar @munas***
"mungkin perlu dinaikkan gaji nya pak?," ujar @rhama***
"Pelestari budaya. Kalau bukan mereka siapa lagi yang menjaga budaya seperti itu. Jangan sampai kita kehilangan ciri khasnya," kata @restu***
"Mau heran. Tapi kita tinggal di negeri wakanda," ucap @ongki***
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Mantri BRI, Garda Terdepan Layanan Perbankan di Toraja Utara
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Warga 4 Desa Melawan Penutupan Akses Bendungan Lahor
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi