Kiper Persebaya Ernando Ari [Foto: ANTARA]
Di sisi lain, PSIS Semarang telah memperkenalkan rekrutan kiper terbarunya, yaitu Wahyu Tri Nugroho.
Musim lalu, kiper senior berusia 35 tahun tersebut sukses mengantarkan Persis Solo menjuarai kompetisi Liga 2 sekaligus naik tahta ke Liga 1.
"Our New Goalkeeper! PSIS Semarang lengkapi pos penjaga gawang dengan mendatangkan kiper berpengalaman, Wahyu Tri Nugroho. Selamat datang di bumi Mahesa Jenar, bermainlah dengan bangga demi lambang kebanggaan di dada," tulis akun instagram resmi PSIS, @psisfcofficial. ANTARA
Berita Terkait
-
Kabar Kiper Ernando Ari Sutaryadi Tinggalkan Persebaya, Kontrak Berakhir Desember 2022
-
Persebaya Surabaya Bantah Kiper Ernando Ari Segera Hengkang
-
Persebaya Berkekuatan 39 Pemain untuk Hadapi Liga 1 2022/2023
-
Persikabo 1973 Tidak Gentar Nama Besar Persebaya
-
Betapa Pentingnya Pertandingan Pertama Liga 1, Persikabo 1973 Tidak Gentar Nama Besar Persebaya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban
-
Drama Tanah Wakaf Pandegiling Memanas, Proyek Dihentikan Paksa
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung