SuaraJatim.id - Pendaki Gunung Lawu Diingatkan Waspadai Hipotermia, Suhu Sedang Ekstrem Bisa Minus 6 Derajat Celcius
Para pendaki Gunung Lawu diminta mewaspadai suhu ekstrem yang mencapai 6 hingga minus 6 derajat celcius. Oleh sebab itu mereka diminta tetap waspada.
Bekal persiapan pendakian harus komplet agar tidak sakit. Suhu ekstrem seperti itu bisa menyebabkan hipotermia. Hal itu disampaikan Komandan Regu Pengamanan KPH Lawu Ds-Perhutani, Setyo Margono.
Ia mengingatkan saat ini sedang terjadi cuaca ekstrem. Terlebih, suhu udara yang sangat dingin. Meskipun begitu, di momen Muharram ini masih banyak pendaki wisata maupun ritual.
"Semuanya kami wajibkan untuk menjaga diri dari suhu ekstrem sehingga tidak sampai hipotermia,” kata Setyo, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Sabtu (30/7/2022).
Setyo meminta para pendaki untuk membawa perlengkapan penghangat diri saat naik ke Puncak Lawu. Seperti sleeping bag dan pakaian tebal.
Dia juga mengingatkan agar para pendaki tidak memakai celana jeans. Sebab, bahan celana jeans dapat membuat tubuh semakin kedinginan.
“Minimal, membawa perlengkapan berupa sleeping bag, maupun membawa baju hangat. Diminta untuk tidak memakai bahan jeans karena sifatnya berat dan dingin,” kata Setyo, Sabtu (30/7/2022).
Selain itu, dia juga mengimbau agar para pendaki membawa obat-obatan sesuai kebutuhan. Mencukupi nutrisi dan mempertahankan suhu tubuh.
Baca Juga: Ravichandran Pendaki Pertama Malaysia yang Taklukkan Puncak K2 Pakistan, Tertinggi Kedua di Dunia
Meski cuaca cerah, suhu yang dingin bisa membuat pendaki harus waspada.
“Jika memang kondisi sudah darurat, segera hubungi petugas. Untuk momen Malam 1 Suro ini kami siagakan 120 personel gabungan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Ravichandran Pendaki Pertama Malaysia yang Taklukkan Puncak K2 Pakistan, Tertinggi Kedua di Dunia
-
Tips Untuk Pendaki Pemula, Yuk Simak Sebelum Anda Mendaki
-
Viral Bus Rombongan Pendaki Terguling Diduga Tak Kuat Nanjak
-
Kronologi Bus Rombongan Pendaki Merbabu Guling di Kebun Cabai Ketep Magelang
-
Bus Rombongan Pendaki Merbabu Asal Jakarta Kecelakaan di Ketep Magelang, Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
-
Batu Raksasa Terjang Fortuner di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Jalur Nasional Lumpuh Total
-
Akhir Pelarian Ratu Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Asal Surabaya: 6 Tahun Sembunyi Diciduk di Jaksel
-
Bocah 3 Tahun di Kediri Tewas dengan Tubuh Penuh Lebam: Ayah, Ibu, dan Nenek Dibawa Polisi
-
Mencekam! Detik-Detik Kades di Lumajang Dibantai Belasan Pria Misterius di Rumah Sendiri