SuaraJatim.id - Kurang lebih dalam sepuluh tahun terakhir Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) bisa dibilang sebagai partai yang paling sering didera konflik antar elitenya. Dan gonjang-ganjing internal partai kabah ini kembali terjadi saat ini.
Ketum DPP PPP Suharso Monoarfa dilengserkan dari posisinya sebagai ketua umum. Pemicunya disebut-sebut terkait persoalan "keseleo lidah". Dia berucap tentang "amplop kiai" yang dinilai tidak pantas keluar dari seorang pemimpin partai Islam.
Pidato Suharso itu membuat gaduh publik, terutama kalangan pesantren yang merupakan salah satu basis massa atau pemilih partai tersebut. 'Amplop Kiai' ini disinggung Suharso dalam acara "Pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas" yang diselenggarakan KPK, 15 Agustus 2022.
Demonstrasi dilakukan sejumlah kalangan, terutama dari simpul-simpul organisasi dan paguyuban masyarakat kalangan santri. Alumni pesantren di Kediri beberapa waktu lalu mendesak Suharso meminta maaf dan mundur. Kemudian aksi serupa digelar di Surabaya.
Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Eskalasi kegaduhan terus melebar. Isunya semakin meruncing dan semakin gaduh di berbagai tempat. Akhirnya, gara-gara Suharso partai bisa rugi, terutama menjelang Pemilu 2024 nanti.
Konflik di internal PPP sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Di era kepemimpinan Suryadharma Ali (SDA) dulu konflik terjadi tak kalah hebatnya. Sejak saat itu, elite PPP terus terbelah-belah dan bisa dibilang baru mereda hingga bertahun-tahun kemudian.
1. Konflik Suryadharma Ali vs Bachtiar Chamsyah pada 2009
Masih ingat dengan konflik PPP pada 2009 silam antara Ketum PPP Suryadharma Ali vs Ketua Pertimbangan Partai Bachtiar Chamsyah? Saat itu Bachtiar Chamsyah, mantan Mensos RI itu dituding mengerahkan massa untuk mendemo Suryadharma Ali.
Saat itu memang ada sekelompok orang yang mencoba berdialektika mempertanyakan kepengurusan Suryadharma Ali sebagai akibat dari perolehan suara partai Jeblok di Pemilu 2009. Kecamam Suryadharma Ali ini membuat panas PPP sampai hubungan kedua tokoh kian memanas.
Baca Juga: DPC PPP Mojokerto Digugat Kadernya di DPRD Senilai Rp 10 Miliar Kasus Penipuan
Namun kasus pelan-pelan mereda dan kedua tokoh telah bertemu. Sampai akhirnya Bachtiar Chamsyah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setahun kemduian, 2010 silam dalam kasus korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit di Departemen Sosial.
Diduga kasus sapi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,6 miliar. Sedangkan kasus mesin jahit diduga merugikan negara Rp 24 miliar.
2. Suryadharma Ali vs Emron Pankapi dan Romahurmuzy Jelang Pilpres 2014
Konflik ini bermula saat Suryadharma Ali (SDA) dan Djan Faridz menghadiri kampanye Partai Gerindra pada 23 Maret 2014. Kehadiran SDA yang mendadak memberikan dukungan kepada Prabowo ini menyinggung sejumlah elite partai.
Sebab saat itu PPP belum memutuskan kemana arah dukungannya dalam Musyawarah Kerja Nasional di Lirboyo Jawa Timur. Sikap SDA itu kemudian menuai protes dari 27 perwakilan dewan pimpinan wilayah (DPW) PPP.
PPP akhirnya terbelah menjadi 2 kubu, yakni SDA yang disokong Djan Faridz, dan Sekjen PPP M. Romahurmuziy serta Wakil Ketua PPP Emron Pangkapi. Sampai akhirnya Pada 23 Mei 2014, KPK menetapkan SDA sebagai tersangka kasus korupsi dana haji.
Tag
Berita Terkait
-
DPC PPP Mojokerto Digugat Kadernya di DPRD Senilai Rp 10 Miliar Kasus Penipuan
-
Tak Ingin Perpecahan 2019 Terulang, DPW PPP DIY Pilih Fokus Pemilu 2024
-
Plt Ketum PPP Disahkan Kemenkumham, Mardiono Yakin Suharso Monoarfa Berjiwa Besar: Kami Menghormati Jasanya!
-
Gonjang-ganjing Internal PPP Setelah Suharso Monoarfa Dicopot, Plt Ketum: Saya Yakin Beliau Berjiwa Besar
-
Mukerwil II di Banten, Pimpinan PPP Sebut Tidak Ada Perpecahan di Tubuh Partai
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Mahasiswa Unair Desak Pemerintah Jalankan 7 Tuntutan Ekonom
-
Perbankan Nasional Masih Mampu Jalankan Peran sebagai Penggerak Ekonomi dari Penyaluran Kredit
-
BRI Consumer Expo 2026: Suku Bunga Ringan dan Promo Menarik untuk Semua
-
Khofifah Salurkan Bansos Rp2,27 Miliar di Probolinggo, Dorong Kemandirian dan Kurangi Kemiskinan
-
Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang