SuaraJatim.id - Manajemen Madura United FC setuju dengan penghentian sementara kompetisi Liga Indonesia. Ini sebagai bentuk respect bagi suporter Aremania yang menjadi korban dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Sebelumnya, ratusan orang tewas dalam tragedi di Kanjuruhan malang usai laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya. Total korban dalam tragedi itu sebanyak 448 orang: meninggal 125 dan sisanya luka-luka.
Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, mendorong agar tragedi di Kanjuruhan Malang tersebut diinvestigasi. Ini disampaikannya Minggu (2/10/2022) malam.
"Kami Madura United percayakan apa yang menjadi perintah presiden Joko Widodo, agar semua diinvestigasi, baik oleh pihak terkait atau pihak independen, dan kami tidak pada komitmen masuk ke ranah itu," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (03/10/2022).
Namun sebagai pecinta sepakbola, pihaknya sangat berharap sekaligus meminta agar sepakbola dihentikan.
"Kami yang ada di dunia sepakbola bersepakat, hentikan dulu ini sepakbola sampai semua clear. Respect dan kemanusiaan, itu hal yang penting dalam sepakbola," ungkapnya.
"Bahkan presiden klub (Achsanul Qosasi) juga sudah komitmen dari awal, tidak boleh ada sepakbola yang rusuh di Madura, bahkan beliau sendiri akan membubarkan tim jika hal itu terjadi," ujar pria yang akrab disapa Zia.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap agar tak tersebut menjadi komitmen bersama seluruh stakeholder di Indonesia.
"Kami harapkan komitmen ini menjadi komitmen bersama bagi seluruh pihak, khususnya para stakeholder di dunia sepakbola," katanya menambahkan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Angkat Bicara soal Ratusan Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan
Untuk mengusut tragedi di Kanjuruhan ini, pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengusut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Tim ini akan mencari fakta-fakta dan akan diumumkan dalam waktu 24 jam ke depan.
Tim tersebut selanjutnya akan menyelesaikan tugas mereka dalam mengusut tragedi Kanjuruhan dalam kurun waktu antara dua sampai tiga minggu ke depan.
"Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF," kata Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (03/10/2022).
Adapun tim ini, lanjutnya, dipimpin langsung oleh dirinya dan melibatkan anggota dari unsur pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa.
Untuk saat ini, sebelum tim diumumkan ataupun menyelesaikan tugasnya, Mahfud mengatakan pemerintah memberikan tugas atau mengambil langkah jangka pendek.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Angkat Bicara soal Ratusan Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan
-
Tegas! Jenderal Andika Perkasa Pastikan Oknum TNI yang Terbukti Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan Disanksi Pidana
-
Cerita Pilu Seorang Ibu yang Anaknya Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan: Saya Jauh-Jauh Kerja, Rasanya seperti Sia-Sia
-
Desak Investigasi Menyeluruh Tragedi Kanjuruhan, Puan Maharani: Ini Soal Nyawa
-
Presiden Arema Nyatakan Siap Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan: Mohon Maaf kepada Korban dan Masyarakat Indonesia
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun