Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Kamis, 10 November 2022 | 15:27 WIB
Sejumlah peserta tapak tilas Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 berziarah ke makam Proklamator RI yang juga penggagas semangat persatuan bangsa Asia-Afrika membangun perdamaian dunia, Ir. Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (10/11/2022). ANTARA/ HO-PDIP

"Seperti yang diyakini Bung Karno, bahwa ketika kita memperjuangkan kepentingan umat manusia, seluruh perjuangan tidak akan pernah sia-sia. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia," ujar Hasto.

Selesai upacara, Hasto mengajak para akademisi itu untuk duduk bersila dan mendoakan Bung Karno. Para peserta nampak khidmat menunduk mendoakan Bung Karno. Mereka ikut memanjatkan doa untuk Presiden pertama Indonesia itu. Tidak lupa semua peserta juga menabur bunga di area makam.

Sementara itu, acara pembukaan Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective dilakukan di Jakarta pada Senin lalu. Setelahnya, peserta berangkat di Bandung bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) membahas langkah-langkah berbasis semangat Konferensi Asia Afrika 1955.

Para peneliti yang diajak dalam program ini antara lain ialah Annamaria Artner (Hungaria), Connie Rahakundini Bakrie (Indonesia), Isaac Bazie (Burkina Faso/Canada), Beatriz Bissio (Brasil/Uruguay), Marzia Casolari (Italia), Gracjan Cimek (Poland), Bruno Drweski (Prancis/Polandia), Hilman Farid (Indonesia), Darwis Khudori (Indonesia/Prancis), Seema Mehra Parihar (India), Jean-Jacques Ngor Sene (Senegal/USA), Istvan Tarrosy (Hungaria), Rityusha Mani Tiwary (India), Nisar Ul Haq (India). [ANTARA]

Baca Juga: Istri Bupati Ogan Ilir Bangga HR Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Sebagai Cucu, Terharu Pada Kakek

Load More