"Saat itu saya koordinasi dengan Dokter Puskesmas Ajung, menyampaikan kondisi pasien. Saat masih telponan saya mendapatkan tendangan dari kakak pasien itu," ujarnya.
Dalam kondisi itu, Frans memutuskan tidak melawan, ia tetap berusaha berkomunikasi dengan nenek pasien, terkait pengantaran jenazah.
"Karena nenek pasien meminta jika diantar ke rumah duka, sesuai permintaan kami antar," katanya menjelaskan.
Ketika sampai di rumah duka, Frans menceritakan, tindakan penganiayaan oleh pihak keluarga pasien kembali dialami olehnya.
"Saat saya masih menurunkan jenazah dari mobil ambulans dibantu sopir. Saya dimaki-maki dan ada ucapan kotor, saya juga ditonjok (dipukul) bagian dada. Rusuk sebelah kanan saya juga ditendang," ucapnya.
Frans dituding oleh kakak pasien tidak becus menangani perawatan adiknya sehingga menyebabkannya sampai meninggal.
"Bahkan kerasnya tendangan itu, juga masih membekas di baju APD saya. Karena kan saya posisi juga masih pakai baju APD sesuai prosedur. Tapi bukan APD untuk penanganan kasus Covid, hanya seragam biasa," ujarnya.
Karena tindakan dugaan penganiayaan yang dialami, Frans kemudian didampingi pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jember, membuat laporan ke Mapolsek Ajung. Frans melaporkan tindakan penganiayaan yang dialami.
Terkait hal ini, Kapolsek Ajung Iptu Agus Idham Khalid membenarkan tentang adanya dugaan tindak penganiayaan yang dialami seorang perawat di Puskesmas Ajung itu.
Baca Juga: Baca Tulis Alquran Bakal Masuk dalam Kurikulum Lokal Sekolah di Jember, Ini Penjelasannya
"Untuk hal itu, hari ini kami panggil (korban dan terduga pelaku) ke Mapolsek Ajung. Benar memang ada laporan soal dugaan tindakan penganiayaan," kata Idham saat dikonfirmasi di Mapolsek Ajung.
Ditanya identitas terduga pelaku, dan kronologi terkait tindakan dugaan penganiayaan yang dialami perawat itu, Idham masih enggan menjelaskan detail.
"Untuk lebih jelasnya, masih kami panggil ini. Nanti kami juga masih koordinasi dengan Reskrim. Mohon waktu nanti perkembangan saya sampaikan. Korban (perawat) sudah melakukan proses visum," katanya menambahkan.
Berita Terkait
-
Baca Tulis Alquran Bakal Masuk dalam Kurikulum Lokal Sekolah di Jember, Ini Penjelasannya
-
Menilik Jember, Kota Seribu Gumuk dengan Tanaman Tembakau Peninggalan Kolonial Belanda yang Melegenda
-
Kasus Demam Berdarah di Kota Jogja Meningkat, Dua Orang Meninggal Dunia
-
Jelang Natal dan Libur Akhir Tahun Ini Harga Sejumlah Bahan Pokok di Jember Naik
-
8 Fakta Tentang Pemain Timnas Indonesia U-20 Ivar Jenner yang Tak Banyak Orang Tahu
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi