Saat pertandingan, saksi berada di tribun Utara stadion Kanjuruhan Malang. Saksi melihat ada keributan di tribun dan ada tiga penonton yang diduga oleh para Aremania adalah Bonek. "Saat itu, saya yang mengamankan dan tidak tampak Steward di sana," ujarnya.
Masih kata Kompol Wahyu, sebelum pertandingan dimulai sudah ada nyanyian provokatif terhadap Bonek dari Aremania tapi Steward tidak melakukan langkah apapun.
Kompol Wahyu melanjutkan, banyak hal yang sudah dilakukan langkah antisipasi oleh pihaknya. Misalnya, pada pertandingan sebelumnya ada sejumlah penonton yang mabuk minuman keras. Maka seluruh Kapolsek di Malang melakukan razia minuman keras dan hasilnya dilaporkan setiap hari.
Pada saat pertandingan berakhir, pemain Persebaya langsung berlari menuju lorong ruang ganti dan masuk ke mobil Barakuda. Saat itulah saksi mengaku mendapat perintah dari Kapolres untuk mengawal mobil Barakuda yang dikendarai pemain Persebaya.
Dia lalu meliha suporter sudah melakukan tindakan anarkis dan membabi buta. Menghancurkan truk, melempar anggota dengan batako dan batu. Bahkan mobil Barakuda sempat tertahan lantaran banyaknya kendaraan yang rusak, batako, pagar di depan Barakuda.
"Situasi saat itu sudah mencekam, Suporter melakukan tindakan anarkis," ujarnya.
Saksi juga melihat ada penembakan gas airmata ke arah pintu utara dan saksi melihat situasi saat itu terjadi keos, brutal, anarkis. Saat itu Aremania sudah melempari petugas dengan batako, batu, bahkan pagar.
Jaksa menanyakan, dengan adanya keos, apakah renpam yang dibuat saksi tidak jalan? Saksi berdalih tidak fokus masalah tersebut karena yang terjadi di depan mata saksi adalah situasi di stadion Kanjuruhan sudah mencekam.
Dia juga membantah terkait pernyataan Suko sebelumnya bahwa kericuhan tidak akan apabila aparat tidak melakukan tindakan represif. Menurut saksi, justru Steward yang tidak ada tanggungjawab misalnya seharusnya menjaga di pintu kecil saja sudah tidak ada.
"Bagaimana tanggungjawabnya? Di pintu kecil saja tidak ada Steward dan bahkan ada keributan di tribun dua tepatnya di tribun berdiri, siapa yang jaga disini ketika dicari tidak ada Steward," ujarnya.
Saksi mengaku juga sempat kena gas airmata saat di stadion Kanjuruhan Malang, dia mengakui memang matanya terasa pedih namun tidak lama setelah itu hilang.
Tag
Berita Terkait
-
Berlangsung Kondusif, Sidang Lanjutan Tragedi Kanjuruhan Minim Pengamanan : Enam Polisi saja yang Berjaga ?
-
YLBHI Keberatan atas Aksi Brimob yang Datang ke Persidangan Tragedi Kanjuruhan
-
Bantah Intimidasi, Polisi Minta Maaf Ulah Brimob Saat Sidang Tragedi Kanjuruhan
-
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Ulah Brimob di PN Surabaya, Polisi: Itu Aksi Sepontan
-
Aksi Anggota Brimob Teriaki Hakim dan Jaksa di Sidang Kanjuruhan Berbuntut Panjang
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo