SuaraJatim.id - Polres Madiun masih mendalami kasus pencabulan gadis di bawah umur yang diduga dilakukan ayah, kakek, dan pamannya.
Polisi masih memintai keterangan korban dan sejumlah saksi, termasuk ibu dan para terduga pelaku.
Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Magribi Agung Saputra mengungkapkan, keterangan korban masih belum konsisten. Empat kali pemeriksaan berubah-ubah.
“Ada keterangan terbaru dari korban, dan ini kami coba penyesuaian dengan keterangan ahli, maupun pihak-pihak terkait dalam perkara ini. Karenanya, kami masih dalami agar jelas,” kata Magribi dikutip dari Beritajatim.com--jaringan Suara.com, Selasa (7/11/2023).
Keterangan korban dibutuhkan untuk mendalami yang terjadi, sehingga kasus ini tidak hanya sebatas pelaporan saja.
“Dari keterangannya, orang tua kakek atau paman sering memarahi korban. Saat ini korban dalam tahap rehabilitasi di Kementerian Sosial,” tuturnya.
Dia berharap mendapat keterangan dari hasil rehabilitasi yang dilakukan di Kementerian Sosial.
“Setelah itu nanti kami upayakan semaksimal mungkin. Semoga ketika ditanya, korban menyampaikan keterangan yang tidak berubah,” kata AKP Magribi.
Selain meminta keterangan korban, Polres Madiun juga telah memanggil terduga pelaku. Ibu kandung korban juga sudah diminta keterangan. Hanya saja, sifatnya masih pemeriksaan.
Sebelumnya, seorang gadis asal Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun diduga ayah kandung, kakek, dan paman. Kasus tersebut terbongkar setelah adanya lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengantarkan korban melapor ke Polres Madiun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif