SuaraJatim.id - Ketua DPC PSI Gubeng Surabaya Risky Eka Mahendra (44) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap korbannya bernisial C (19).
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti mengatakan, Risky langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.
“Pelaku sudah kita periksa selama 3×24 jam dan kita tetapkan menjadi pelaku dan kini sudah kita tahan,” ujarnya dilansir dari Beritajatim.com--partner Suara.com, Selasa (9/4/2024).
Informasi yang dikumpulkan, Risky yang juga ketua organisasi masyarakat (ormas) Jogo Boyo Gubeng saat melancarkan aksinya menggunakan modus pembersihan rohani.
Awalnya, korban C dititipkan ke sebuah panti asuhan di kawasan Sukolilo, Surabaya untuk diobati. Keluarga meyakini korban terkena sihir dari mantan pacarnya.
Sebelumnya, korban kabur dari rumah bersama pacarnya. Setelah dicari, keluarga menemukan korban di Jember pada Maret 2024. Pelaku Risky ikut dalam pencarian korban.
Sementara itu, pengelola tempat korban dicabuli ketua DPC PSI Gubeng, Henok Cahyadi menuturkan, Risky bukan merupakan anggota resmi panti asuhan.
Saat itu, Risky dan ibu korban datang meminta untuk dibimbing di pantinya. Pihak panti menyetujuinya lantaran Risky juga temannya. Namun, tetap menunjuk suster perempuan untuk mendampingi korban.
“Jadi sebenarnya kami sudah menunjuk H sebagai perawat yang menjaga C. Namun si Rizky atas persetujuan ibu korban memaksa ikut melakukan pengobatan rohani,” kata Henok Cahyadi.
Baca Juga: Eri Cahyadi Siap Dua Periode: Dia Kader PDIP tapi Gayanya Golkar Banget
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Pangkas Biaya dan Jarak, Tim Ekspedisi Patriot ITS Surabaya Dekatkan Akses Beasiswa
-
CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan