Scroll untuk membaca artikel
Baehaqi Almutoif
Minggu, 08 Desember 2024 | 20:26 WIB
Ilustrasi tenggelam - (Unsplash/@greystorm)

SuaraJatim.id - Setelah dua hari pencarian, Dedy Teguh Hariyanto (26) korban tenggelam terseret arus di Afvour Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang akhirnya ditemukan pada hari kedua pencarian, Minggu (8/12/2024).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim pencari tidak jauh dari lokasi dilaporkan tenggelam.

Diketahui korban hanyut dan tenggelam saat berusaha menyelamatkan padi di Afvour Watudakon pada Sabtu (7/12/2024).

Laporan ditemukannya korban tidak lama saat anggota DPR RI Komisi VI, Sadarestuwati dan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah datang ke posko Basarnas serta lokasi tenggelamnya korban.

Baca Juga: Kapal Layar Motor Lorena Tenggelam Saat Perjalanan dari Sapudi ke Situbondo

"Tidak berselang lama, setelah ibu korban datang ke posko Basarnas bertemu dengan Bu Estu dan Bu Wiwin. Ada kabar jasad korban ditemukan oleh petugas," kata salah seorang petugas BPBD Kabupaten Jombang dikutip dari Ketik.co.id--partner Suara.com.

Kedua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sempat bertemu dengan ibu korban yang datang ke posko Basarnas berharap agar anaknya cepat ditemukan.

"Hari ini sebenarnya kami ingin memberi semangat petugas dan keluarga. Dan Alhamdulillah akhirnya korban sudah ditemukan, setelah proses pencarian selama dua hari ini," kata Estu.

"Kami turut berduka cita. Kepada keluarga korban, kami juga mendoakan semoga diberikan ketabahan dan kesabaran," imbuhnya.

Setelah ditemukan korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Baca Juga: Ritual Luluk Nur Hamidah Sebelum Mencoblos di TPS

Korban hanyut saat menyelamatkan bibit padi yang terjatuh ke Afvour Watudakon sekitar pukul 07.15. 

Menurut informasi, Dedy memang bekerja di sawah yang berada tepat di dekat lokasi kejadian.

Ketia peristiwa nahas tersebut terjadi korban tidak sendirian. Dia ditemani ayahnya, Pawi Harianto, adiknya dan Diva Cindy Areta (16), calon istrinya.

Mereka berniat untuk mengambil bibit padi yang hanyut. Namun, adik korban yang berusia 10 tahun terpeleset dan hanyut. Kepanikan sempat terjadi. Korban dan calon istrinya berusaha menyelematkan sang adik.

Akan tetapi justru hanyut mengikuti arus. Pawi Harianto yang melihat kejadian langsung berupaya menyelematkan calon menantu perempuannya itu terlebih dahulu.

Akan tetapi, Dedy justru hanyut terbawa arus Afvour Watudakon dan hilang.

Load More