- Isu PHK massal Gudang Garam dibantah Khofifah.
- Faktanya adalah program pensiun dini sukarela.
- Video perpisahan pekerja di Tuban jadi pemicu.
SuaraJatim.id - Jagat media sosial dihebohkan oleh narasi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menerpa raksasa industri rokok, PT Gudang Garam Tbk.
Isu ini mencuat setelah sebuah video yang menampilkan momen perpisahan emosional para pekerja di pabrik Tuban, Jawa Timur, menjadi viral di platform seperti Instagram dan X.
Video tersebut dengan cepat memicu spekulasi liar, mengaitkan perpisahan itu dengan kondisi keuangan perusahaan yang sedang tertekan.
Namun, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa turun tangan untuk meluruskan kabar yang beredar dan membantah tegas adanya PHK massal.
Menurut Khofifah, peristiwa yang terekam dalam video tersebut bukanlah pemecatan sepihak, melainkan bagian dari program pensiun dini yang secara sukarela ditawarkan oleh pihak manajemen kepada karyawannya.
“Terkait PHK massal, yang terjadi bukan PHK massal, yang terjadi adalah pensiun dini yang ditawarkan oleh manajemen PT Gudang Garam,” kata Khofifah, di Surabaya, Selasa.
Khofifah menambahkan bahwa program ini bukanlah kebijakan baru yang mendadak, melainkan sudah berlangsung cukup lama.
Ia juga merinci jumlah karyawan yang telah mengambil tawaran tersebut, yang jumlahnya jauh dari narasi ribuan pekerja yang diisukan di media sosial.
Menurut Khofifah lagi, yang mengajukan pensiun dini ada 200 karyawan dan ini proses sudah agak lama.
Baca Juga: Survei ARCI Ungkap Harapan Warga Jatim Kepada Khofifah-Emil: Jalan Rusak Hingga SMA Tanpa Pungli
Klarifikasi senada juga datang dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim, Sigit Priyanto.
Setelah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, ia membenarkan bahwa yang terjadi adalah penawaran program pensiun dini, dan hak-hak dari 200 karyawan yang mengikuti program tersebut telah dipenuhi sepenuhnya oleh perusahaan.
“Itu di Instagram, itu saya cek sana, sama nakernya, sama manajernya, ternyata ada penawaran program pensiun dini. Sudah 200 yang datang tapi semua sudah dipenuhi,” ujar Sigit.
Isu PHK massal ini menjadi sangat sensitif dan mudah dipercaya publik lantaran bertepatan dengan laporan kinerja keuangan perusahaan.
Diketahui, laba bersih Gudang Garam pada semester I-2025 anjlok signifikan sebesar 87,3 persen menjadi Rp117,16 miliar. Penurunan drastis inilah yang menjadi bahan bakar utama spekulasi PHK di kalangan warganet.
Meskipun program pensiun dini ini bersifat sukarela, data laporan tahunan perusahaan memang menunjukkan adanya tren penurunan jumlah karyawan secara bertahap.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Kemenhut Berhasil Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD