-
Eksekusi kebiri kimia untuk pengasuh Ponpes Sumenep dilakukan setelah menjalani pidana pokok.
-
Vonis hakim lebih berat dibanding tuntutan jaksa sebelumnya.
-
Polisi menemukan sepuluh korban pencabulan, mayoritas anak di bawah umur.
SuaraJatim.id - Terdakwa Moh. Sahnan (51), ustaz yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), divonis hukuman penjara selama 20 tahun karena terbukti mencabuli sejumlah santriwatinya.
Selain itu,Sahnan juga divonis hukuman kebiri kimia yang akan dieksekusi setelah menyelesaikan hukuman 20 tahun penjara.
Vonis itu dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep dalam sidang lanjutan beragendakan pembacaan vonis, Selasa (9/12/2025).
Juru Bicara PN Sumenep, Jetha Tri Dharmawan, mengatakan bahwa mekanisme tersebut sudah sesuai aturan karena hukuman pokok harus dijalani terlebih dahulu sebelum hukuman tambahan diterapkan.
“Jadi pelaksanaan hukuman itu tidak bisa bersamaan. Harus hukuman pokok dulu, baru hukuman tambahan. Kebiri kimia dua tahun itu sudah maksimal,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, pengadilan hanya memutuskan jenis dan lama hukuman, sedangkan teknis pelaksanaannya berada sepenuhnya di tangan kejaksaan, termasuk pelaksanaan dan pengawasan tindakan kebiri kimia.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 17 tahun penjara.
Selain pidana badan dan tindakan kebiri kimia, Sahnan juga dijatuhi denda Rp 5 miliar subsider enam bulan kurungan.
Terdakwa pun diwajibkan menjalani pidana tambahan berupa pengumuman identitas di media lokal dan nasional serta pemasangan pendeteksi selama dua tahun setelah bebas.
Kasus ini mencuat setelah salah satu korban berinisial F mengaku dicabuli lebih dari satu kali.
Modus yang digunakan pelaku adalah meminta korban mengambil air dan membawanya ke kamar, lokasi tempat tindakan asusila itu dilakukan.
Penyidik Polres Sumenep kemudian menemukan bahwa total korban mencapai 10 orang, sebagian besar adalah anak di bawah umur.
Aparat menyebut perbuatan itu dilakukan selama bertahun-tahun hingga akhirnya terungkap melalui kesaksian korban. Dengan putusan pengadilan yang memasukkan kebiri kimia sebagai hukuman tambahan, proses hukum terhadap Sahnan dipastikan akan berlangsung hingga seluruh pidana dijalani sesuai ketentuan.
Tag
Berita Terkait
-
Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!
-
Kronologi Sadis Suami Siri di Madiun Bunuh dan Giling Jasad Ibu-Anak Asal Bogor Lalu Dibakar
-
Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT