-
Polda Jatim petakan titik rawan macet, kecelakaan, dan kelelahan pemudik Lebaran.
-
Jalur Pantura, Madura, hingga rest area tol jadi perhatian.
-
Tol fungsional Paiton–Situbondo dibuka gratis saat Operasi Ketupat Lebaran.
SuaraJatim.id - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Jawa Timur (Jatim) memetakan sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipasi menghadapi arus mudik Lebaran 2026 di wilayah tersebut.
Pemetaan ini mencakup potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga titik rawan kelelahan pengemudi di berbagai jalur arteri dan jalan tol.
Dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026, Ditlantas Polda Jatim melakukan survei bersama sejumlah instansi terkait untuk mengidentifikasi potensi gangguan lalu lintas.
Survei tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Jasa Marga, pemerintah daerah, serta dinas perhubungan guna memastikan kesiapan jalur transportasi yang akan dilalui pemudik.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, pemetaan dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026 berlangsung.
“Sebulan yang lalu kami sudah melaksanakan survei, ya bersama-sama dengan Jasa Marga, dengan PU, apa namanya, Kabupaten, Provinsi, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya terkait dengan potensi-potensi yang dimungkinkan akan menjadi satu, potensi macet, dua, potensi laka, tiga, titik lelah,” kata Iwan, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, pemetaan dilakukan di berbagai jalur utama di Jawa Timur. Jalur tersebut meliputi jalur Pantai Utara (Pantura), jalur tengah, jalur selatan, kawasan Tapal Kuda, hingga jalur menuju wilayah timur provinsi.
Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus berada di jalur arteri Tuban yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jalur tersebut menjadi lintasan utama kendaraan logistik yang tidak menggunakan jalan tol sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
“Namun demikian itu sudah kita komunikasikan kepada polres masing-masing untuk menempuh langkah, bagaimana caranya agar itu tidak menjadi sebuah potensi gangguan yang muncul menjadi gangguan nyata,” ujarnya.
Selain jalur arteri, kepolisian juga mengidentifikasi potensi kemacetan yang dipicu oleh hambatan samping seperti pasar tumpah. Terdapat delapan titik pasar tumpah di wilayah Madura yang telah dikoordinasikan dengan kepolisian setempat untuk dilakukan penanganan sebelum periode arus mudik Lebaran 2026.
Pada jaringan jalan tol, petugas juga memetakan sejumlah titik yang berpotensi memicu kelelahan pengemudi. Hal ini berkaitan dengan aktivitas pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh. Di wilayah Jawa Timur sendiri terdapat sekitar 27 rest area tipe A, B, dan C yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat.
Sebagai tambahan fasilitas selama arus mudik Lebaran 2026, ruas tol fungsional yang menghubungkan Paiton hingga exit Situbondo sepanjang sekitar 26,6 kilometer akan dibuka secara terbatas selama Operasi Ketupat. Jalan tol tersebut akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB tanpa dikenakan tarif.
Di sisi lain, pemerintah juga memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut ternak, pupuk, bahan bakar minyak (BBM), bantuan bencana alam, serta bahan pokok dan barang penting.
Kepolisian juga mengantisipasi potensi bencana di jalur wisata, terutama kawasan Probolinggo–Semeru–Malang Raya. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah tersebut berpotensi mengalami longsor akibat tingginya curah hujan.
Selain pengawasan lalu lintas, Ditlantas Polda Jatim juga telah melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap perusahaan otobus (PO) di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Tak Mau Ambil Risiko 'Barang Mewah' Disalahgunakan, Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia!
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
-
Punya Jarak Tempuh 301 Km Changan Lumin Siap Geser Dominasi Mobil Perkotaan Konvensional
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla TNBTS Meluas, Kondisi Habitat Satwa Endemik Terancam
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Puji Mental Baja Pemain Persebaya