- Korban kekerasan seksual alami teror penagih bank keliling di rumah sendiri.
- Penagihan cicilan bank keliling berujung dugaan pencabulan korban.
- Kasus penagih bank keliling ditangani Unit PPA Polrestabes Surabaya.
SuaraJatim.id - Kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual kembali terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kali ini, pemicunya adalah persoalan cicilan bank keliling.
Seorang perempuan berinisial NG (31), warga Kecamatan Gubeng, Surabaya, menjadi korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan penagih bank keliling. Peristiwa itu terjadi di rumah korban saat ia hanya berdua bersama putranya yang masih kecil.
Kepada Beritajatim.com, NG mengungkapkan awal kejadian bermula dari komunikasi penagihan cicilan bank keliling melalui pesan singkat WhatsApp.
Pelaku meminta korban melakukan pembayaran cicilan utang sebesar Rp60 ribu melalui transfer. Namun, saat itu korban hanya memiliki uang Rp 30 ribu dan langsung mentransfer jumlah tersebut ke rekening yang diminta.
“Saya memang punya kewajiban untuk mencicil per minggu Rp 60 ribu. Kemarin pas kejadian itu udah cicilan keenam,” kata NG, Sabtu (3/1/2026).
Setelah transfer dilakukan, penagih bank keliling yang identitasnya belum diketahui tiba-tiba mendatangi rumah korban.
NG mengaku terkejut karena pelaku sudah berada di depan pintu rumahnya dan langsung menagih sisa cicilan yang belum dibayarkan.
“Karena saya gak punya uang, jadi saya dimarahi itu diem aja. Sampai dia melototin saya. Lalu tangan kiri saya ditarik ke arah dia dan dia mau mencium saya. Itu sudah saya tolak,” imbuh NG.
Pelaku kemudian memaksa masuk ke dalam rumah meski korban telah melarang. Saat itu, NG menegaskan dirinya hanya berdua dengan anaknya. Namun, penagih bank keliling tersebut tetap duduk di ruang tamu rumah korban.
“Pelaku sempat minta air. Saya ambilkan karena saya pikir supaya cepat pergi. Namun, setelah air di gelas habis, pelaku mengeluarkan uang Rp 10 ribu dan memanggil anak saya dan minta agar anak saya pergi beli jajan,” jelasnya.
Putra korban menolak permintaan tersebut. NG kembali meminta pelaku untuk segera pergi hingga dua kali, namun tidak dihiraukan.
Pelaku justru kembali mencoba mencium korban dan berpindah posisi ke belakang tubuh korban hingga melakukan perbuatan cabul.
“Saya melawan saya bilang sudah jangan begini. Tolong pergi. Saya juga mau kabur ke luar rumah. Daster saya sempat ditarik sama pelaku hingga robek,” tuturnya.
Pelaku menghentikan aksinya dan mengancam akan kembali datang menagih sisa cicilan bank keliling. Tidak lama setelah kejadian, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta pelunasan sisa pembayaran dengan imbalan ciuman.
Merasa terancam, NG melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Laporan akhirnya diterima di Polrestabes Surabaya dengan Nomor LP/B/1505/XII/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Hadirnya Sebuah Ruang Inklusif bagi Pengguna Commuter Perempuan
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan yang Transformatif
-
Antusiasme Anak Muda Malang Tinggi, PDIP Jatim Siapkan RedTalks sebagai Ruang Aspirasi
-
Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung
-
Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki
-
Langkah Terakhir Sang Penakluk Puncak: Maliya Finda Pulang ke Pelukan Bumi Kelahiran
-
Jatim Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di Jawa, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Turun