- Banjir awal tahun sebabkan puluhan hektare padi Ponorogo gagal panen.
- Genangan air lama ancam perluasan puso di sejumlah kecamatan.
- Asuransi dan bantuan benih jadi harapan petani terdampak banjir.
SuaraJatim.id - Puluhan hektare tanaman padi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipastikan tidak bisa diselamatkan setelah terendam air terlalu lama akibat banjir yang menerjang wilayah tersebut di awal 2026.
Data sementara dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat sebanyak 28 hektare padi mengalami puso atau gagal panen akibat banjir Ponorogo yang melanda sejumlah wilayah.
Dampak banjir Ponorogo ini paling terasa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Siman dan Kecamatan Jetis. Di Kecamatan Siman, kerusakan tanaman padi terjadi di Desa Madusari seluas 11 hektare serta Desa Josari sekitar 2,7 hektare.
Sementara itu, di Kecamatan Jetis, puso tercatat di Desa Winong dengan luasan mencapai 9,8 hektare. Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi petani, terutama karena sebagian tanaman masih berada pada usia produktif awal.
Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni, mengatakan angka kerusakan tersebut masih berpotensi bertambah seiring belum surutnya genangan air di sejumlah wilayah.
Menurutnya, banjir Ponorogo yang merendam tanaman padi lebih dari lima hari hampir pasti menyebabkan tanaman mati.
“Kalau tanaman padi terendam banjir lebih dari lima hari, bisa dipastikan akan mati. Itu yang sekarang kami waspadai, karena masih ada laporan sawah yang tergenang,” kata Suwarni, dikutip dari BeritaJatim, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, area persawahan yang terdampak banjir pascahujan deras awal tahun ini tersebar di sedikitnya tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Bungkal, Balong, Siman, Slahung, Jetis, dan Kauman.
Total luas lahan terdampak mencapai sekitar 538 hektare, dengan usia tanaman padi bervariasi antara 7 hingga 35 hari. Kondisi ini membuat risiko kerugian petani semakin besar apabila genangan air tak segera surut.
Di tengah ancaman gagal panen akibat banjir Ponorogo, masih ada sedikit harapan bagi sebagian petani. Di wilayah Madusari, Siman, serta Jetis, cukup banyak petani yang telah mendaftarkan tanaman padinya dalam program asuransi pertanian.
Program ini diharapkan dapat membantu menekan kerugian saat bencana alam datang tanpa bisa dihindari.
“Harapannya petani mau ikut asuransi. Jadi ketika terjadi bencana alam seperti banjir, beban kerugian tidak sepenuhnya ditanggung petani,” ujarnya.
Selain skema asuransi, Dispertahankan Ponorogo juga mengupayakan penyaluran bantuan cadangan benih bagi petani yang tanamannya mati akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan memungkinkan petani segera melakukan tanam ulang setelah kondisi lahan kembali normal.
Namun demikian, banjir Ponorogo bukan satu-satunya ancaman. Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya wereng, juga menjadi perhatian serius sehingga petani diminta rutin melakukan pengamatan dini di sawah.
“Semakin cepat diketahui, semakin mudah pengendaliannya. Jangan menunggu serangan meluas,” tegas Suwarni.
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Potret Terkini Lumpur Lapindo di Usia 20 Tahun Bencana
-
Niat Bantu Korban Banjir Aceh, Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Malah Diteror Foto Seronok
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Milik PT SGN, Optimis Capai Target Swasembada Lebih Cepat
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi