- Seorang pemuda berinisial MAY membacok pria berinisial R menggunakan samurai di Kota Lumajang pada Rabu malam, 15 Juli 2026.
- Aksi kekerasan dipicu kecemburuan pelaku karena korban sering mengganggu tunangannya meskipun sudah diberikan peringatan secara baik-baik sebelumnya.
- Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka parah di pinggang dan pelaku kini ditahan oleh pihak kepolisian setempat.
SuaraJatim.id - Urusan hati memang bisa membuat logika mati. Itulah yang menggambarkan aksi nekat MAY (23), seorang pemuda asal Gucialit, Lumajang.
Lantaran tak kuasa menahan api cemburu, ia nekat mengayunkan sebilah samurai kepada pria yang dianggapnya sebagai pengganggu hubungan asmaranya.
Tragedi berdarah ini pecah di kawasan Kota Lumajang pada Rabu (15/7/2026) malam. Seorang pria berinisial R (26) harus tersungkur setelah sabetan senjata tajam merobek pinggang kirinya.
Akibat peringatan brutal tersebut, R terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan menerima 12 jahitan untuk menutup luka menganga di tubuhnya.
Saat digelandang petugas di Mapolsek Lumajang Kota, MAY tak menampik perbuatannya. Dengan wajah lesu, ia mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena merasa harga dirinya diinjak-injak. Korban R, menurut pengakuan MAY, kerap menggoda dan mengganggu tunangannya, N (26).
"Sudah beberapa kali dia mengganggu tunangan saya. Sudah saya peringatkan baik-baik, tapi tetap saja. Niat saya sebenarnya hanya ingin memberi peringatan," aku MAY, Kamis (16/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, peringatan yang dipilih MAY salah besar. Bukan rasa hormat yang ia dapatkan, melainkan ancaman dingin jeruji besi.
Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, mengonfirmasi bahwa konflik cinta segitiga ini memang menjadi motif utama di balik aksi penganiayaan tersebut.
Polisi pun bergerak cepat mengamankan pelaku beserta senjata tajam jenis samurai yang digunakan untuk melukai korban.
Baca Juga: Dihabisi Kekasih: Fakta Di Balik Kematian Tragis Gadis 19 Tahun di Lumajang
"Motifnya murni masalah asmara yang berkepanjangan. Pelaku merasa tidak terima pacarnya diganggu oleh korban," jelas Zainul. Kini, MAY harus meratapi nasibnya. Ia dijerat dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan berat.
Berita Terkait
-
Dihabisi Kekasih: Fakta Di Balik Kematian Tragis Gadis 19 Tahun di Lumajang
-
Gadis 19 Tahun di Lumajang Tewas Tak Berbusana, Ada Luka Sayatan
-
Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
-
Pekerja Tewas di Lereng Gunung Baung: Ketika Pohon yang Ditebang Menimpa Diri Sendiri
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM