- Mery Tri Agustin, gadis berusia 19 tahun, ditemukan tewas tanpa busana di kediamannya, Desa Kalipenggung, Lumajang, Jumat (3/7/2026).
- Keluarga menemukan kejanggalan berupa dugaan luka sayatan atau lebam pada tubuh korban dan meminta kepolisian melakukan proses autopsi.
- Satreskrim Polres Lumajang sedang melakukan olah TKP intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban yang hingga kini masih menjadi misteri.
SuaraJatim.id - Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, mendadak gempar pada Jumat (3/7/2026). Sebuah kejadian kelam menyelimuti kediaman Mery Tri Agustin.
Gadis berusia 19 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya dengan kondisi tanpa busana dan penuh tanda tanya.
Kematian Mery menyisakan lubang misteri besar, terutama karena selama ini ia diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Tabir gelap ini mulai tersingkap ketika kekasih Mery merasa ada yang tidak beres. Berulang kali telepon dihubungi, namun tak ada sahutan dari seberang sana. Khawatir terjadi sesuatu, sang kekasih menghubungi seorang tetangga untuk mengecek kondisi Mery.
"Awalnya ditelepon pacarnya, diminta melihat korban karena tidak bisa dihubungi sama sekali," ungkap Diana, kakak korban, Jumat (3/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, permintaan tolong itu berakhir dengan jeritan histeris. Saat tetangga tersebut memasuki kamar, ia menemukan Mery sudah terbujur kaku di atas tempat tidurnya tanpa mengenakan pakaian sehelaipun.
Pihak keluarga yang tiba di lokasi tak mampu membendung kesedihan. Diana menyebut, sekilas terlihat ada yang tidak wajar pada jasad adiknya.
Meski petugas langsung menutupi jenazah saat ditemukan, keluarga meyakini ada tanda-tanda kekerasan di tubuh gadis malang tersebut.
"Tadi sepertinya ada luka sayatan atau lebam. Kami belum tahu pasti karena (jenazah) langsung ditutupi setelah ditemukan," tambah Diana.
Baca Juga: Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
Demi mencari keadilan dan mengungkap fakta di balik kematian sang adik, pihak keluarga meminta kepolisian melakukan autopsi menyeluruh di RSUD dr Haryoto Lumajang.
Jajaran Satreskrim Polres Lumajang bergerak cepat. Garis polisi kini melintang di rumah korban, sementara tim Identifikasi bekerja keras mengumpulkan setiap butir bukti dari lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Ari Nuzul Aulia, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini secara intensif.
Polisi belum mau terburu-buru menyimpulkan apakah Mery merupakan korban pembunuhan atau ada motif lain di balik kematiannya yang tragis.
"Mohon waktu, tim kami masih melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengumpulkan fakta-fakta," tegas AKP Ari Nuzul.
Berita Terkait
-
Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
-
Pekerja Tewas di Lereng Gunung Baung: Ketika Pohon yang Ditebang Menimpa Diri Sendiri
-
Kesaksian Kepsek SMP PGRI Sukodono Lumajang tentang Kematian Siswanya Akibat Bullying
-
Malam Kelam di Pulo Wonokromo: Saat Selokan Menjadi Saksi Bisu Pembuangan Bayi Mungil
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik