- Dedik Purwito tewas tertimpa pohon saat membuka lahan sendiri di lereng Gunung Baung, Lumajang, pada Kamis (2/7/2026).
- Batang pohon yang ditebang korban jatuh tidak terduga dan menghantam keras bagian kepalanya hingga meninggal dunia seketika.
- Tim evakuasi menempuh medan terjal untuk mengevakuasi jenazah korban yang mengalami luka berat akibat benturan fatal tersebut.
SuaraJatim.id - Dedik Purwito, warga Kecamatan Tempursari, Lumajang meregang nyawa di lereng Gunung Baung di kawasan PTPN XII, Desa Gondoruso, Kamis (2/7/2026).
Niat hati membuka lahan demi menyambung hidup, Dedik justru menemui ajal oleh batang pohon yang ia tebang dengan tangannya sendiri.
Siang itu, Dedik bekerja seorang diri. Tanpa rekan, hanya ditemani suara gesekan gergaji dan embusan angin lereng gunung.
Ia sedang menebang pohon nipah, sebuah pekerjaan kasar yang menguras tenaga namun harus dilakukan untuk pembukaan lahan baru.
Namun, takdir memiliki skenario lain. Saat batang pohon mulai kehilangan keseimbangan setelah digergaji, arah jatuhnya tak sesuai perkiraan.
Dalam hitungan detik, batang kayu besar itu roboh dan menghantam keras kepala Dedik. Tanpa sempat menghindar, ia langsung tersungkur.
"Dia menebang pohon sendirian. Tiba-tiba pohonnya jatuh tepat ke arah kepala. Langsung meninggal di tempat," kata Munir, rekan kerja korban, dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kabar duka itu segera menyebar, namun membawa pulang jenazah Dedik bukan perkara mudah. Medan lereng Gunung Baung yang terjal dan kontur tanah yang curam memaksa tim evakuasi bekerja dengan ekstra hati-hati.
Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madona, mengonfirmasi bahwa benturan di bagian kepala memang sangat fatal.
Baca Juga: Kesaksian Kepsek SMP PGRI Sukodono Lumajang tentang Kematian Siswanya Akibat Bullying
"Korban mengalami luka berat. Setelah proses evakuasi yang cukup menantang karena medan, jenazah berhasil dibawa turun," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kesaksian Kepsek SMP PGRI Sukodono Lumajang tentang Kematian Siswanya Akibat Bullying
-
Hanya Karena Sampah: Nyawa Pelajar SMP Lumajang Melayang Usai Dianiaya Teman Sekelas
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Terjepit Bus Santri, Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Suramadu
-
SIMANTAP! Tak Perlu Izin Kerja, Warga Sidoarjo Kini Bisa Urus SIM Sambil Menikmati Angin Malam
-
Kesaksian Kepsek SMP PGRI Sukodono Lumajang tentang Kematian Siswanya Akibat Bullying
-
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim, Tegaskan Kepemimpinan Inovatif
-
20 Nyawa dalam Misteri: KMN Entok Hilang Kontak, Perairan Kangean Disisir Habis-habisan