- Muhammad Ilham, siswa SMP asal Lumajang, meninggal dunia pada 24 Juni 2026 akibat pengeroyokan oleh dua teman sekelasnya.
- Peristiwa bermula pada 18 Mei 2026 saat korban dituduh membuang sampah sembarangan sehingga memicu tindakan kekerasan di kelas.
- Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian korban adalah benturan keras di kepala, dan polisi telah mengamankan satu tersangka.
SuaraJatim.id - Seharusnya, bulan Juni menjadi momen penuh tawa bagi Muhammad Ilham (16). Sebagai siswa kelas tiga SMP, remaja asal Desa Jatisari, Kedungjajang, Lumajang ini seharusnya tengah bersiap menyambut masa depan usai menempuh ujian kelulusan.
Namun, takdir berkata lain. Bukan ijazah yang ia terima, melainkan liang lahat yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.
Ilham menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (24/6/2026), meninggalkan duka mendalam yang tak terlukiskan bagi keluarganya.
Ironisnya, maut yang menjemput Ilham dipicu oleh persoalan yang teramat sepele yakni seonggok sampah di bawah meja kelas.
Peristiwa kelam itu bermula pada 18 Mei 2026. Saat itu, sekolah tengah menggelar ujian kelulusan. Di sela waktu istirahat, Ilham yang sedang duduk sendirian di kelas didatangi oleh dua teman sekelasnya, SLF dan A.
"Adik saya dituduh membuang sampah di bawah meja. Padahal belum tentu itu miliknya. Tanpa ampun, mereka mengeroyok Ilham di dalam kelas yang sedang sepi," kata Ahmad Dani, kakak korban, Selasa (30/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Pengeroyokan itu menyisakan luka yang tak kasatmata namun mematikan. Pascakejadian, Ilham sempat mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian gusinya. Kondisi kesehatannya terus merosot tajam hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.
Setelah berjuang melawan rasa sakit selama berminggu-minggu, Ilham akhirnya menyerah. Hasil autopsi tim medis mengungkap fakta terdapat bekas benturan keras di kepala bagian belakang Ilham. Luka itulah yang menjadi penyebab utama hilangnya nyawa remaja malang tersebut.
"Benturan itu sudah lama, terjadi saat aksi pengeroyokan itu. Hasil visum positif menunjukkan penyebab kematian adalah benturan keras di kepala belakang," jelas Dani.
Baca Juga: Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
Duka keluarga Ilham kini bersanding dengan tuntutan keadilan. Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat. Salah satu pelaku berinisial SLF kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
"Satu pelaku sudah diamankan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut," tegas Suprapto.
Berita Terkait
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Berkedok Mobil Dinas, 4 Petugas PLN Lumajang Gasak Kabel Listrik Aktif
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi
-
Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab
-
Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo
-
Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar
-
Bayar Rp546,5 Juta, 17 Calon Jamaah Umrah di Ngawi Kena Tipu, Gagal Berangkat Sesuai Jadwal