- Empat pegawai outsourcing PLN Lumajang ditangkap polisi karena mencuri kabel tembaga aktif di Desa Kertosari, Lumajang.
- Pelaku menggunakan mobil operasional dan keahlian teknis untuk memotong kabel tembaga yang merugikan negara Rp15 juta.
- Keempat tersangka diringkus setelah calon pembeli curiga terhadap asal-usul kabel spesifikasi khusus yang mereka tawarkan.
SuaraJatim.id - Di bawah terangnya lampu jalanan Dusun Tesirejo, Desa Kertosari, Lumajang, sebuah mobil operasional PLN terparkir tenang.
Warga yang melintas tak menaruh curiga. Mereka mengira para petugas berbaju seragam itu tengah melakukan pemeliharaan rutin demi menjaga aliran listrik tetap stabil.
Namun, kenyataannya justru bertolak belakang. Alih-alih merawat, empat pria berstatus pegawai outsourcing PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lumajang ini justru tengah mempreteli aset negara. Mereka adalah EE (45), S (36), MR (41), dan MSR (38).
Aksi yang dilakukan komplotan ini tergolong sangat rapi dan berisiko tinggi. Mengingat yang mereka incar adalah kabel tembaga listrik dalam kondisi aktif (bertegangan), mereka menggunakan keahlian teknisnya untuk mematikan sistem keamanan terlebih dahulu.
"Yang dicuri ini kabel aktif. Ada yang berperan khusus melepaskan sekring pada panel trafo agar mereka tidak kesetrum saat beraksi," ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, Jumat (19/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Dengan peralatan lengkap mulai dari gunting besi, tang press, hingga kunci shock, mereka memotong kabel tembaga berdiameter besar (4x150 mm dan 4x70 mm) sepanjang puluhan meter. Mobil operasional PLN yang mereka bawa menjadi tameng sempurna.
Setelah berhasil menggasak kabel yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp15 juta, mereka mencoba mencairkan hasil curian tersebut.
Bencana bagi para pelaku datang saat mereka menawarkan kabel tembaga tersebut kepada seorang calon pembeli. Alih-alih tergiur harga murah, sang pembeli justru menaruh curiga pada asal-usul kabel spesifikasi khusus tersebut.
Laporan pun masuk ke meja polisi, dan tak butuh waktu lama bagi Tim Resmob Polres Lumajang untuk meringkus keempatnya.
Baca Juga: Terapkan Jumat WFH, Pemkab Lumajang Sukses Hemat Kas Daerah Setengah Miliar
Kini, keempat pria tersebut harus menanggalkan seragam kebanggaannya dan berganti dengan rompi tahanan oranye di Mapolres Lumajang.
Polisi masih mendalami apakah aksi profesional ini baru pertama kali dilakukan atau sudah ada lokasi (TKP) lain yang menjadi korban tangan jahil mereka.
"Untuk kemungkinan adanya TKP lain masih kami dalami, meski pengakuan sementara mereka baru beraksi di satu lokasi di Pasrujambe," pungkas AKBP Alex Sandy.
Berita Terkait
-
Terapkan Jumat WFH, Pemkab Lumajang Sukses Hemat Kas Daerah Setengah Miliar
-
Pertamax Melejit, Pejabat Pemkab Lumajang Dilarang Bawa Mobil Dinas
-
Kabel Listrik Putus Cabut Nyawa Gadis Remaja di Jalan Nasional Madiun
-
Tragedi Carok di Lumajang: Istri Korban Sebut Ada Eksekutor Ketiga yang Habisi Suaminya Secara Keji
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub
-
Belum Padam, Kobaran Api Terus Merembet di TNBTS Meski Tim Gabungan Dikerahkan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
Ze Gomes Ubah DNA Madura United, Intensitas Tinggi Jadi Kunci Musim Baru