- Bupati Lumajang memerintahkan kepala OPD menggunakan kendaraan pribadi untuk urusan kedinasan dalam kota guna melakukan penghematan anggaran daerah.
- Kebijakan efisiensi ketat diterapkan menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi serta pemangkasan anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen oleh pusat.
- Pemerintah Kabupaten Lumajang menjamin pelayanan publik tetap berjalan normal meski dilakukan pembatasan operasional birokrasi akibat keterbatasan fiskal daerah.
SuaraJatim.id - Di tengah melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kini diminta mulai mengandalkan kendaraan pribadi untuk urusan kedinasan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Lonjakan harga Pertamax 92 yang kini menembus angka Rp16.250 per liter, serta Pertamina Dex yang bertahan di angka fantastis Rp24.800 per liter, telah menjepit ruang gerak fiskal daerah. Alhasil, kebijakan ikat pinggang pun menjadi satu-satunya pilihan yang rasional.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, secara terbuka meminta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mulai menggunakan kendaraan pribadi saat menjalankan tugas di dalam kota.
Pesannya jelas yaitu penghematan dimulai dari pucuk pimpinan. Karena menggunakan kendaraan pribadi, secara otomatis biaya operasionalnya tak lagi membebani kas daerah.
"Yang jelas, kepala OPD akan banyak berkorban menggunakan kendaraan pribadi untuk keliling dalam kota," tegas Indah, Kamis (11/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kebijakan ini tak hanya berlaku untuk keliling kota. Perjalanan dinas ke luar daerah pun kini disaring dengan sangat ketat.
Para pejabat diminta tidak asal meluncur memenuhi undangan jika agenda tersebut dirasa tidak mendesak. Efisiensi bukan lagi imbauan, melainkan keharusan.
Kondisi ini semakin diperparah dengan kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen.
"Selama ini kita sudah berhemat, banyak kegiatan berkurang. Anggaran perjalanan dinas kami sudah mepet, ditambah kenaikan Pertamax ini, cukup membuat kami kesulitan," jelas Indah.
Baca Juga: Tragedi Carok di Lumajang: Istri Korban Sebut Ada Eksekutor Ketiga yang Habisi Suaminya Secara Keji
Meski ruang gerak birokrasi kian terbatas, Bupati Indah memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pelayanan publik tidak akan ikut tercekik.
Ia memastikan bahwa mesin pemerintahan akan tetap berputar normal meski para pejabatnya harus berkorban lebih banyak.
Pemkab Lumajang menyadari bahwa kebijakan ini bersifat jangka pendek untuk merespons keadaan darurat. Untuk itu, dalam waktu dekat mereka berencana melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mencari solusi atas dampak kenaikan BBM dan pemangkasan anggaran yang masif ini.
Berita Terkait
-
Tragedi Carok di Lumajang: Istri Korban Sebut Ada Eksekutor Ketiga yang Habisi Suaminya Secara Keji
-
Tragedi Carok di Kebun Sengon: Duel Berdarah Dua Saudara di Lumajang, Satu Tewas Usai Pulang Ngarit
-
Menjual Harapan ke Tanah Suci: Nestapa Pasangan Lansia Lumajang Terjerat Muslihat Haji Jalur Cepat
-
Pasutri Lumajang Tertipu Rp80 Juta Demi Pangkas Antrean Haji 11 Tahun
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Cinderella dari Lereng Lawu: Kisah Haru Gadis Desa Dipinang Nakhoda Taiwan dengan Mahar Rp580 Juta
-
Badai di Jombang: 1.000 Buruh PT SGS Terancam PHK, SBPJ Siapkan Perlawanan Besar
-
Predator di Balik Laras Senjata: Nestapa Atlet Muda Surabaya dalam Cengkeraman Pelatih
-
Demo Panas di Depan BI Jatim: Mahasiswa Bakar Ban Sampai Tantang Sumpah Mubahalah
-
Ingkar Janji di Desa Tlogo Blitar: Proyek KDMP Robohkan Sekolah Sebelum Siapkan Pengganti