-
BMKG peringatkan cuaca ekstrem berdampak luas di Jawa Timur
-
Risiko banjir dan longsor meningkat selama puncak musim hujan
-
Masyarakat diminta rutin memantau peringatan dini BMKG resmi.
SuaraJatim.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di Jawa Timur yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bojonegoro, dalam periode 11 hingga 20 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di puncak musim hujan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa Cuaca Ekstrem Jawa Timur berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai berbagai dampak lanjutan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko keselamatan di berbagai daerah.
“Sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan kejadian cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Taufiq, dikutip dari BeritaJatim, Senin (12/1/2026).
BMKG menegaskan bahwa Cuaca Ekstrem Jawa Timur ini perlu disikapi dengan kesiapsiagaan tinggi oleh seluruh lapisan masyarakat.
BMKG mencatat wilayah terdampak tersebar luas, mulai dari Bojonegoro, Jombang, Tuban, Lamongan, Ngawi, Nganjuk, Madiun, hingga Kediri. Selain itu, wilayah Madura serta kawasan tapal kuda seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi juga masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Sejumlah kota besar, termasuk Surabaya, Malang, Mojokerto, dan Probolinggo, turut berpotensi terdampak.
Menurut BMKG Juanda, kondisi Cuaca Ekstrem Jawa Timur dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, adanya pola pertemuan angin atau konvergensi, serta gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO). Faktor pendukung lainnya adalah suhu muka laut yang hangat di Selat Madura serta kondisi atmosfer lokal yang labil.
“Situasi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” jelasnya dalam siaran pers.
Analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet menunjukkan hembusan angin barat dengan kecepatan hingga 28 knot, sementara nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) mengindikasikan tutupan awan signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, tanah longsor, dan wilayah aliran sungai, untuk rutin memantau informasi cuaca terkini.
Informasi resmi dapat diakses melalui radar cuaca WOFI, laman resmi BMKG, serta media sosial @infobmkgjuanda. Puncak musim hujan diprakirakan berlangsung hingga Februari 2026, sehingga kewaspadaan terhadap Cuaca Ekstrem Jawa Timur menjadi kunci meminimalkan risiko bencana.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Kemarau 2026 di Indonesia Jadi Terparah dan Terburuk dalam 30 Tahun?
-
5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino
-
5 Body Serum Cooling Sensation: Solusi Praktis Kulit Segar saat Cuaca Panas
-
4 Rekomendasi Parfum Pria untuk Cuaca Panas, Aromanya Tidak Menyengat
-
5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Dorong Transaksi Resmi, BRI Hadirkan Layanan Valas di PLBN Motaain NTT
-
Skandal Dana Aspirasi: Ketua DPRD Magetan Ditahan Terjerat Korupsi Rp 242 Miliar
-
Adu Besi di Pagi Buta: Ceroboh Karena Sopir Lelah, Truk Asal Indramayu Ringsek di Bojonegoro
-
Pasar Baru Tuban Membara Lagi: Sedu Sedan Pedagang di Balik Puing 41 Kios
-
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh