-
DPRD Jatim dorong kurikulum siaga bencana untuk mitigasi dini.
-
Sekolah dinilai strategis bangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana.
-
Perda baru perkuat peran relawan penanggulangan bencana daerah.
SuaraJatim.id - DPRD Jawa Timur (Jatim) mendorong Pemprov setempat menyiapkan kurikulum siaga bencana sebagai langkah mitigasi yang terstruktur dan berkelanjutan melalui sektor pendidikan.
Dorongan ini muncul seiring tingginya tingkat kerawanan bencana di berbagai wilayah Jawa Timur yang membutuhkan kesiapsiagaan sejak dini, terutama bagi peserta didik.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno menegaskan, keberadaan kurikulum siaga bencana menjadi penting karena karakter ancaman bencana di Jawa Timur sangat beragam dan tidak bisa disamakan antarwilayah. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif terhadap risiko bencana.
“Potensi bencana di Jawa Timur sangat beragam, mulai dari tsunami, kebakaran, hingga angin puting beliung. Ini harus disiapkan secara serius dan terencana,” kata Sri Untari, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, penerapan kurikulum siaga bencana perlu disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah. Kawasan perkotaan, kata dia, cenderung rawan kebakaran dan banjir. Sementara itu, wilayah pedesaan serta pegunungan menghadapi risiko tanah gerak dan longsor akibat pergerakan air tanah. Adapun daerah pesisir memiliki potensi ancaman tsunami yang harus dipahami sejak dini.
Perbedaan karakter ancaman tersebut, menurut Sri Untari, menuntut pemahaman mitigasi bencana yang kontekstual. Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan di Komisi E DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jatim memasukkan materi mitigasi bencana secara sistematis ke dalam kurikulum pendidikan formal.
Sekolah dinilai sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran, kewaspadaan, serta kesiapan menghadapi bencana. Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pun diharapkan tidak berjalan secara parsial.
“Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tidak boleh dijalankan secara parsial. Harus menjadi bagian dari kurikulum agar seluruh ekosistem pendidikan memiliki kesadaran yang sama,” ujar legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Selain penguatan SPAB, Komisi E DPRD Jatim juga mendorong pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat akar rumput. Menurut Sri Untari, berbagai inovasi pemerintah daerah dalam membangun sistem mitigasi bencana perlu mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak.
Dalam aspek regulasi, DPRD Jawa Timur telah mengesahkan peraturan daerah tentang penanggulangan bencana pada akhir 2025. Perda tersebut memperkuat peran relawan yang sebelumnya belum diatur secara rinci dalam sistem kebencanaan daerah.
“Dalam perda terbaru, keterlibatan relawan menjadi bagian penting yang diatur lebih jelas. Ini menjadi penguatan dari regulasi sebelumnya,” ujarnya.
Sri Untari menegaskan, penanggulangan dan mitigasi bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan regulasi yang lebih kuat, koordinasi lintas sektor diharapkan berjalan lebih efektif.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur berharap Pemprov Jatim segera menindaklanjuti dorongan tersebut melalui kebijakan konkret, khususnya dalam penguatan kurikulum siaga bencana, pendidikan kebencanaan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di Jawa Timur. (Antara)
Berita Terkait
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Cuma 6 Persen Sekolah Bisnis Dunia Kantongi Sertifikasi AACSB, Kini Ada Satu dari Indonesia
-
Eksperimen Baru: Laporkan Kebaikan Teman Bikin Pelajar 5X Lebih Empati, Tambah Konsentrasi Belajar
-
Viral Warganet Temukan Rudal Sudah Siaga di Jawa Timur, Benarkah?
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Ini Rincian Lengkapnya
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Dalang Penculik Sekeluarga di Jombang Ternyata Seorang Wanita Asal Bangkalan, Kini Masih Buron
-
Kisah Suami Ajak Istri di Jombang Minum Racun Bersama, Ujungnya Gantung Diri
-
WN Malaysia Dideportasi Imigrasi Ponorogo Ulah Overstay 15 Tahun, Ibunya WNI
-
Kasus Penculikan Satu Keluarga di Jombang Buntut Utang Rokok Ilegal, 2 Pelaku Diringkus
-
Rumah Nenek 90 Tahun di Situbondo Roboh Diterjang Angin Kencang, Begini Nasib Korban